Terkait Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Komplek Perumahan Guru

Akhirnya Zulkifli H. Adam Menuju ‘Hotel Prodeo’

Akhirnya Zulkifli H. Adam Menuju ‘Hotel Prodeo’
Zulkifli H. Adam (mantan Walikota Sabang) dan Mismar bin M.Daud (PPTK) resmi ditahan penyidik Kejati Aceh (Foto: Ist)
Rubrik

Banda Aceh | Hari  ini, penyidik Kejati Aceh resmi menahan Zulkifli H. Adam (mantan Walikota Sabang) dan Mismar bin M.Daud (PPTK). Mereka dijerat perkara pembebasan lahan untuk komplek perumahan guru di Kecamatan Suka Karya 2012 silam. Ditaksir merugikan negara Rp.796.500.000 (tujuh ratus sembilan puluh enam juta lima ratus ribu rupiah).

Kepala Seksi (Kasi) Penkum Kejati Aceh H. Munawal Hadi S.H., M.H membenarkan penahanan ini. “Benar, tadi jam 14.00 WIB, kita resmi menahan yang bersangkutan dan saat ini berada di LP Kelas II, Kahju, Kabupaten Aceh Besar,” kata Munawal kepada media ini, Kamis sore.

Sekedar mengulang. Data yang ada pada media ini menyebutkan. Dugaan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dilakukan Zulkifli H. Adam dan Mismar, terkait pembebasan atau pengadaan tanah sekitar satu hektar milik Zulkifli di kawasan Paya Seunara, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang.

Lahan itu dibeli Pemerintah Kota Sabang (kota yang dipimpin Zulkifli-red) pada 2012 silam. Nah, kabarnya, dari sinilah Zulkifli mendapat untung besar.

Nilai pembebasan lahan kabarnya mencapai Rp 1,4 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) 2012.     

20190905-zul2

Sementara, seorang sumber mengatakan, tanah tersebut dibeli Zulkifli hanya senilai Rp 350 juta dari seorang warga berinisial SN pada Februari 2011 lalu.

Ceritanya begini. Pada 2012, Pemerintah Kota Sabang merencanakan pengalokasian dana untuk pembebasan lahan seluas sekitar satu hektar di kawasan Cot Damar, Paya Seunara, Suka Karya.

Lahan ini sejatinya untuk pembangunan sekolah menengah atas (SMA) unggul di kawasan itu.

Seorang sumber media ini ketika itu mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan Sabang (saat itu dijabat Komaruddin-red), kemudian menyampaikan pada dewan mengenai perencanaan pembangunan SMA unggul di kawasan Cot Damar, Paya Seunara, Suka Karya tak sesuai dengan tata ruang.

Akibatnya, Dinas Pendidikan Sabang tak menyetujui dilakukan pembangunan. “Ini artinya, pembebasan lahan pun menjadi terkendala alias batal,” kata sumber itu.

Belakangan, anggaran tersebut kemudian digodok kembali dan diperuntukkan untuk pembebasan lahan pembangunan perumahan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Balohan, Kecamatan Suka Jaya.

Ini sejalan dengan kebutuhan mendesak guru di sana demi kelancaran proses belajar-mengajar. “Anggaran tersebut masuk dalam APBK 2012,” kata sumber itu.

Sayangnya, rencana pembebasan lahan di kawasan ini tak kunjung terealisasi.

“Tiba-tiba, dalam APBK-Perubahan 2012, mata anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan rumah guru di SMP 3 Balohan dialihkan untuk pembebasan lahan di kawasan Cot Damar, Paya Seunara, Kecamatan Suka Karya,” kata sumber tersebut.

Selidik punya selidik, ternyata lahan yang dibebaskan tersebut milik Walikota Sabang, Zulkifli.

“Inilah yang membuat banyak orang curiga. Awalnya, Pak Komaruddin menolak pembangunan di kawasan Cot Damar, Paya Seunara karena tak sesuai dengan tata ruang. Tapi, ujung-ujungnya, pembebasan juga dilakukan di kawasan tersebut,” lanjut sumber tadi ketika itu.***

Komentar

Loading...