Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Soal Dugaan Investasi Bodong Yalsa Boutique

Akhirnya Dua Tersangka Bermalam di Mapolda Aceh

Akhirnya Dua Tersangka Bermalam di Mapolda Aceh
Owner Yaslsa Boutique Siti Hilmi Amirulloh dan Safrizal didampingi Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati saat meresmikan butik Yalsa Boutique secara official dalam kegiatan Modprem Fashionity 2020. Foto: Acehonline.co

Banda Aceh | Akhirnya Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menetapkan dua tersangka terkait dugaan investasi bodong Yalsa Boutique, kedua yakni SA (30) dan SHA (31). Mereka merupakan pemilik bisnis Yalsa Boutique.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada melalui Kabid Humas Kombes Pol Winardy mengatakan. Penetapan pemilik bisnis busana muslimah itu setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh menemukan dua alat bukti yang cukup atas dugaan tindak pidana perbankan.

"Mereka sudah ditetapkan tersangka dan telah dilakukan penahanan," kata Kombes Pol Winardy, kepada wartawan Jumat (19/3/2021).

Winardy menegaskan, kasus dugaan investasi bodong, penyidik sudah memeriksa beberapa orang saksi termasuk ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ahli Perbankan.

“Sehingga sudah melebihi dua alat bukti berdasarkan pasal 184 KUHAP,” sebutnya.

"Dari keterangan ahli itu, Yalsa Boutique tidak memiliki ijin untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau investasi," ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Winardy menyebut, penyidik telah mengamankan uang tunai Rp46 juta, laptop, sejumlah emas dengan berbagai bentuk, surat pembelian emas sebanyak 87 lembar, buku rekening, jam tangan dan barang bukti lainnya.

"Barang yang disita ini patut diduga merupakan hasil dari investasi bodong yang dilakukan tersangka. Polda Aceh masih terus melakukan Asset Tracing untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," sebut Winardy didampingi Kasubdit 2 Perbankan AKBP Erwan.

Sebelumnya diwartakan, Yalsa Botique merupakan investasi yang diduga bodong dan sudah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau investasi hingga mencapai Rp164 miliar dari 202 reseler dan sekitar 17.800 member.

Adapun pasal yang disangkakan adalah, Pasal 46 ayat (1) Undang- Undang RI Nomor 10 Tahun 1998, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan atau pasal 2 ayat (1) huruf g, pasal 3 dan pasal 5 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).***

Komentar

Loading...