Akademisi Unsyiah Minta Rakyat Aceh Evaluasi Kontribusi DPD dan DPR RI Asal Aceh

Akademisi Unsyiah Minta Rakyat Aceh Evaluasi Kontribusi DPD dan DPR RI Asal Aceh
Dr. Amri, SE. M. Si/MODUSACEH/Dok

Banda Aceh | Pengamat ekonomi yang juga akandemisi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Dr. Amri, SE, M. Si, Sabtu (08/07/2017) meminta agar rakyat Aceh mengevaluasi kontribusi anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia asal Aceh. Menurut mantan Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen (MM) Unsyiah itu, ada empat anggota DPD RI yaitu Fachrul Razi, M.I.P, Drs. H. Ghazali Abbas Adan, Sudirman dan Rafli sudah tiga tahun berkantor di Senayan. Begitu juga terhadap kontribusi 13 anggota DPR RI asal Aceh, baik dari daerah pimilihan (Dapil) Aceh satu dan dua. Untuk Dapil Aceh satu, sedikitnya ada tujuh anggota DPR RI asal Aceh yaitu, H. Teuku Riefky Harsya (Partai Demokrat), Fadhullah (Partai Gerindra), M. Nasir Djamil (PKS), Muslim Ayub (PAN), H. M. Salim Fachry (Golkar), Irmawan (PKB) dan Prof. Dr. Bachtiar Aly (NasDem). Sedangkan dari Dapil Aceh dua, mereka adalah Ir. Tagore Abubakar (PDI-P), Khaidir (Gerindra), Anwar Idris (PPP), Muslim (Demokrat), Firmandez (Golkar) dan Zulfan Lindan. “Rakyat Aceh penting mengevaluasi kontribusi 13 anggota DPR RI dan empat anggota DPD RI, apa saja yang sudah mereka lakukan dan perjuangkan serta seberapa banyak anggaran yang mereka bawa pulang ke Aceh,” ujar Dr. Amri.

Menurut Dr. Amri, rakyat Aceh perlu mengevaluasi kontribusi wakil yang telah dipilih pada Pemilu 2014 lalu, termasuk kualitas DPR dan DPD RI, terutama peran mereka dalam membangun Aceh. “Rakyat Aceh perlu mengevaluasi wakil yang sudah dipilih. Kalau tidak ada kontribusinya untuk Aceh jangan pilih lagi pada Pemilu 2019,” kata Dr. Amri. Bukan hanya itu, pengamat ekonomi ini juga meminta agar Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Satuan Kerja Perangkat Kabupaten/kota (SKPK) dan sejumlah instansi vertikal perlu membuka seberapa besar anggaran yang mampu mereka bawa pulang atas kerja keras 13 anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh itu.

Menurut Dr. Amri, penjelasan SKPA, SKPK dan instansi vertikal di Aceh sangat penting, sebagai bahan evaluasi rakyat Aceh terhadap kinerja wakil rakyat. Karena, jika kontribusi wakil rakyat itu besar dalam membangun dan dalam mensejahterakan rakyat Aceh, maka anggota DPR RI tersebut patut diberi apresiasi. Tapi sebaliknya, jika kontribusi mereka minus, sebaiknya rakyat Aceh perlu mengavaluasi total terhadap kinerja wakil rakyat yang telah dipilih untuk duduk di Senayan itu. Namun, sepengetahuan Dr. Amri, selama ini kontribusi DPD dan DPR RI asal Aceh tak terlihat jelas, jika tidak elok disebut minus. “Yang jelas kurang kontribusi untuk pembangunan Aceh,” ujar Dr. Amri menegaskan, Sabtu (08/07).***

Komentar

Loading...