Breaking News

Akademisi Unsyiah: DPRA Harus Tahu Hasil Koreksi Mendagri APBA 2020

Akademisi Unsyiah: DPRA Harus Tahu Hasil Koreksi Mendagri APBA 2020
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Media ini memastikan kembali, terkait pengakuan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang mengaku tidak tahu terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2020.

Para wakil rakyat periode 2019-2024 pada Senin (20/01/2020) itu mengaku secara terbuka bahwa mereka tidak tahu APBA, terutama tahap pembahasan hingga hasil koreksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Mukhlis Zulkifli melalui sambungan telpon, Kamis (23/01/2020), berulang-ulang menegaskan bahwa mereka tidak tahu dari tahap pembahasan hingga hasil koreksi Mendagri terhadap APBA 2020.

"Kami tidak tahu apa hasil koreksi Mendagri terhadap APBA 2020. Tetapi kalau buku besar ada diberikan ke fraksi," ujar Mukhlis Zulkifli, Kamis (23/01).

Karena hanya buku besar yang diberikan pada fraksi, sehingga Mukhlis Zulkifli mengaku tak mendalami lagi APBA 2020 dalam buku besar tersebut.

Sebab, dari awal pihaknya tidak terlibat  dalam pembahasan dan hasil koreksi Mendagri atas APBA 2010 juga tidak tahu. 

Itulah sebabnya, Mukhlis mengaku bahwa melalui pimpinan mereka sedang meminta DIPA APBA 2020 pada eksekutif. "Melalui pimpinan kami telah minta DIPA," jelas politisi PAN itu.

Pengakuan yang sama juga diakui Ketua Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) Safrizal alias Gam-gam. "Benar kami tidak tahu hasil koreksi Mendagri APBA 2020," kata Safrizal.

Sementara itu akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Rustam Efendi menegaskan, DPRA harus tahu hasil koreksi Mendagri terhadap APBA 2020.

Sebut Rustam, mestinya DPRA bisa melihat dan menelaah apa saja yang dikoreksi Mendagri terhadap APBA 2020. "DPRA harus tahulah," kata Rustam Efendi.

Pengamat ekonomi ini juga menyampaikan, apa yang mesti ditakuti. Sebut Rustam Efendi, APBA itu milik bersama. Maka, tegas Rustam, tidak ada yang harus ditutupi.

Menurut Rustam, bila APBA tersebut terbuka, justru itu membangun mitra yang baik. "Kalau ditutupi itu malah jadi persoalan, mengapa bisa begitu, membangun Aceh tidak boleh begitu, harus sama-sama membangun," ujar Rustam Efendi, melalui sambungan telpon.***

Komentar

Loading...