Breaking News

AJI Tuntut Segera Tetapkan Status Tersangka Pengeroyok Wartawan Tempo

AJI Tuntut Segera Tetapkan Status Tersangka Pengeroyok Wartawan Tempo
AJI melakukan aksi solidaritas untuk Nurhadi, Jurnalis Tempo yang mengalami kekerasan saat bertugas di Surabaya beberapa waktu lalu. (Foto: Elza Putri Lestari)

Banda Aceh | Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melakukan aksi solidaritas untuk Nurhadi, Jurnalis Tempo yang mengalami kekerasan saat bertugas di Surabaya beberapa waktu lalu.

"Kita ingin pelaku yang mengeroyok Nurhadi segera ditetapkan menjadi tersangka," tegas Juli Amin, Ketua AJI Banda Aceh, Kamis, 15 April 2021.

Kumpulan jurnalis yang tergabung dalam AJI mendatangi Polda Aceh dan menyampaikan tuntutan mereka terhadap kejadian yang menimpa Nurhadi. Salah satu perwakilan dari Polda Aceh mendatangi rekan-rekan jurnalis yang melakukan aksi solidaritas di luar pagar Polda Aceh dan menerima tuntutan tersebut.

"Kami terima tuntutan teman-teman, terima kasih," ujar perwakilan kepolisian Polda Aceh dengan nama Hani di seragamnya.

Ketua AJI Banda Aceh, Juli Amin menyerahkan surat tuntutan kepada perwakilan dari Polda Aceh. (Foto: Elza Putri Lestari) 

Ada pun isi tuntutan Aliansi Jurnalis Independen Banda Aceh yakni, mendesak penyidik Polda Jawa Timur untuk segera menetapkan tersangka dalam peristiwa penganiayaan tersebut, dan menjerat mereka dengan delik pers, yakni menghalang-halangi kerja jurnalis dalam menjalankan profesinya sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang pers, para pelaku juga dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan pengeroyokan.

AJI juga mendesak Polda Aceh untuk menyampaikan aspirasi para jurnalis Aceh ke Mabes Polri agar kasus Nurhadi dapat diusut hingga tuntas.

Meminta penegak hukum di Aceh segera menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis di Aceh, salah satunya pembakaran rumah jurnalis Asnawi Luwi di Aceh Tenggara tahun 2019 lalu. 

Peristiwa pengeroyokan jurnalis Tempo Nurhadi pada, Sabtu, 27 Maret 2021 lalu berawal dari saat ia menjalankan tugas untuk meliput kasus suap di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

Saat kejadian ia sedang melakukan reportase pada mantan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayityo Aji. Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi telah menetapkan Angin sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kekerasan diduga dilakukan Anggota Polri dan TNI. Sebelum kejadian, pengawal Angin Prayityo Aji menuduh Nurhadi masuk tanpa izin dalam acara resepsi pernikahan anak Angin di Gedung Graha Samudera Bumimoro di Kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut.

Saat ditanyai, Nurhadi menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo, namun ponselnya dirampas dan ia ditampar serta dipukuli, Nurhadi bahkan sempat ditahan selama dua jam di sebuah hotel di Surabaya.***

Komentar

Loading...