Polisi Terus Memburu Fakhri

Aipda Dedi Saragih, Korban Penyerangan dengan Pedang Masih Dirawat di Rumah

Aipda Dedi Saragih, Korban Penyerangan dengan Pedang Masih Dirawat di Rumah
Foto: Ilustrasi/google

Lhokseumawe I Aipda Dedi Saragih, anggota Polsek Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, korban serangan dengan pedang oleh Fakhri (26) di Gampong Geulumpang, Senin lalu, hingga kini masih dirawat di rumah, di Kecamatan Matang Kuli, kabupaten setempat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto menjelaskan. Kondisi anggotanya yang menjadi korban penyerangan itu mulai membaik dan dirawat di rumahnya.

Begitupun, mengenai kondisi tersebut, Kapolres meminta media ini untuk mengkonfirmasi langsung kepada Kapolsek Meurah Mulia Iptu Iqbal. “Laporan yang masuk ke saya seperti itu. Selengkapnya silakan hubungi Kapolsek,” saran Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Meurah Mulia Iptu Iqbal mengaku, kondisi anggotanya sedang beristirahat di rumah. “Ijin komandan, anggota saat ini istirahat di rumah. Sedangkan kondisi lainnya adalah, luka memar, kaki dan tangan juga keseleo,” lapor Iptu Iqbal.

Sebelumnya, Aipda Dedi Saragih merupakan korban penyerangan Fakhri (26), dengan menggunakan sebilah pedang. Pemuda itu  mengamuk saat petugas dari tim patroli gabungan Gampong Geulumpang, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, membubar massa di daerah setempat.

Selain itu, dia menebas satu anggota polisi. Fakhri juga mengamuk secara membabi buta hingga menggegerkan warga Kecamatan Samudera Geudong dan Kecamatan Meurah Mulia.

Penyebabnya, pelaku masih berani menenteng pedang seperti seorang pendekar sakti.

Peristiwa itu terjadi Jumat (8/1/2021) sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu, aparat gampong bekerjasama dengan Babinsa TNI dan Polsek Meurah Mulia hendak menggelar patroli keamanan gampong.

Tim gabungan bermaksud mengimplementasikan qanun gampong dengan melarang anak-anak di bawah umur yang lalai dalam bermain Wifi (game) hingga larut malam atau dibatasi hingga pukul 21.30 WIB.

Ketika itu, tim gabungan yang baru saja turun dari mobil patroli, persis di depan sebuah warung Wifi, tiba-tiba Fakhri, datang dengan membawa pedang dan mencabut sarungnya.

Lalu dengan posisi menghunus pedang, langsung mengejar dan membubarkan tim gabungan hingga kocar-kacir menyelamatkan diri. Beruntung, seorang anggota polisi berseragam preman yang sempat berada dekat tidak menjadi sasaran.

Namun, Aipda Dedi yang memakai seragam dinas polisi lengkap terjatuh saat berlari. Lalu, dia nyaris menjadi sasaran serangan pelaku.

Akibatnya, korban mengalami luka memar. Pelaku baru berhenti menyerang dan beralih posisi dengan menghancurkan dan merusak mobil patroli petugas dengan pedangnya.

Saat itu menjadi kesempatan bagi Dedi untuk berusaha menyelamatkan diri ke dalam rumah warga setempat. Tapi, pelaku mencari dan menemukan Dedi terjebak dalam ruangan rumah.

Syukur, telpon seluler (HP) korban berdering karena telepon masuk hingga membuat pelaku tidak lagi menyerang, tapi hanya meminta HP korban dan berlalu pergi dengan santai.

“Bila melihat kondisi lukanya yang tidak merobek atau menembus dalam daging, kemungkinan pelaku menebas petugas dengan mata pedang terbalik. Bila tidak akan menjadi parah karena pedang yang digunakan pelaku matanya sangat tajam,” ujar Kapolsek Meurah Mulia Iptu Iqbal.

Hingga berita ini diwartakan, Fakhri belum berhasil diamankan petugas. Anggota polisi bersama Babinsa TNI-AD setempat, masih memburu Fakhri.*** 

Komentar

Loading...