Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Putra T. Syahrul Mudadalam-Pocut Haslinda Azwar Sekjen Partai Demokrat

AHY: Riefky Kader Senior Demokrat

AHY: Riefky Kader Senior Demokrat
AHY dan Teuku Riefky Harsya (Foto: Ist)
Rubrik
Sumber
dari berbagai sumber

* Alumni Akademi Militer (ARMY rotc) di Jalur Politik

Jakarta | "Bapak dan Ibu sekalian, Sekjen Demokrat Masa Bakti 2020-2025 adalah Saudara Teuku Riefky Harsya," begitu kata AHY, saat mengumumkan secara langsung struktur DPP Demokrat melalui akun Instagram pribadinya, Rabu kemarin di Jakarta.

Teuku Riefky Harsya ditunjuk menjadi Sekjen menggantikan Hinca Panjaitan.

Sebelum menyebut nama, AHY sempat memaparkan perjalanan karir politik Riefky. Menurut AHY, Riefky merupakan kader senior Demokrat yang bergabung pada 2001.

"Sedangkan pada posisi Sekretaris Jenderal, saya memilih kader lama yang telah bergabung di Partai Demokrat sejak tahun 2001. Pada tahun 2002 ia meniti karir bawah sebagai Wakil Ketua DPC Jakarta Pusat. Lalu melanjutkan karirnya sebagai anggota DPR RI sejak tahun 2005 hingga saat ini selama 4 periode. Saat ini menjadi pimpinan Komisi I DPR RI," papar AHY.

"Posisi pengurusan di DPP periode 2015-2020 adalah sebagai Wasekjen dan Wakil Komandan Kogasma pada tahun 2018-2019. Saat ini beliau sedang menempuh pendidikan program doktoral di Institut Pertanian Bogor," imbuhnya.

20200416-ahy2
Teuku Riefky Harsya bersama SBY, AHY dan Ibas (Foto: Ist) 

Seperti diwartakan detik.com, Rabu, AHY mengatakan, dalam menjalankan tugas, Riefky akan dibantu oleh 10 wakil. Para Wakil Sekjen Demokrat 2020-2025 di antaranya Siti Nur Azizah, Jansen Sitindaon, dan Irwan.

"Saudara Riefky akan dibantu para Wakil Sekjen, yaitu Saudari Andi Timo Pangeran, Saudara Puta Supadma, Saudari Renanda Bachtar, Saudari Ingrid Kansil, Saudara Muhammad Rifai Darus, Saudari Siti Nur Azizah, Saudara Jansen Sitindaon,  Saudari Imelda Sari, Saudara Irwan, dan Saudara Agust Jovan Latuconsina," papar AHY.

Sebelumnya, AHY mengatakan posisi-posisi pengurus DPP diutamakan diisi oleh kader senior PD. Dia menyebut, untuk kader senior yang tak menjadi pengurus DPP akan ditempatkan di struktur lainnya, seperti Majelis Tinggi Partai atau Dewan Pertimbangan Partai.

"Komposisi pengurus harian sebagian besar diutamakan diisi oleh para kader lama Partai Demokrat atau yang telah berkontribusi selama ini pada perjuangan partai," sebut AHY.

"Bagi para senior yang tidak masuk struktur DPP, atas konsultasi saya dengan Ketua Majelis Tinggi Partai, maka akan ditempatkan dan diperankan pada struktur lainnya, seperti Majelis Tinggi Partai, Dewan Pertimbangan Partai, Dewan Kehormatan Partai, dan Mahkamah Partai," sebut AHY.

***

H. Teuku Riefky Harsya B.Sc. MT (48 thn) lahir di Jakarta, 28 Juni 1972. Politisi yang akrab disapa Riefky ini, merupakan salah satu politisi senior Partai Demokrat yang sudah duduk di kursi DPR RI selama empat periode berturut-turut.

Sebelum terjun ke dunia politik, suami Hj. Dr. Adinda Yuanita, MT ini banyak menghabiskan waktu sebagai profesional. Bahkan, diusia yang masih sangat muda (22–32 tahun), sempat menjadi direksi pada beberapa anak perusahaan milik Investment Group (Tbk) termuka pada era ‘90an, (Marketing Director, Uninet Media Sakti Internet Service Provider dan President Director Grandkemang Hotel Management).

Cucu pertama dari pasangan almarhum T. Abdul Hamid Azwar dan Cut Nyak Djariah, (penerima Bintang Mahaputera Nararya) dan penyumbang salah satu pesawat pertama Indonesia (Avro Anson RI 004) ini, juga sempat menempa dirinya dengan mengikuti pendidikan Akademi Militer (ARMY rotc) selama 4 Tahun di Amerika Serikat.

Tanpa terasa genap 20 tahun pada tahun 2020, Riefky menjalani karier politiknya. Namun, semua ia lakukan bukan tanpa proses dan kerja keras. Riefky memulai perjuangan politiknya dengan turut serta bergabung dalam Relawan SBY di tahun 2000.

20200416-ahy3
H. Teuku Riefky Harsya B.Sc. MT (Foto: Ist)

Dia ikut mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) pendirian Partai Demokrat (2001), selanjutnya aktif dalam kepengurusan Partai Demokrat di DPC Jakarta Pusat (2002-2005). Riefky berproses dari berbagai jabatan berjenjang dari bawah hingga berbagai jabatan strategis di DPP Partai Demokrat selama 15 tahun terakhir (2015-2020). Termasuk menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat dan Wakil Komandan I KOGASMA (Komando Satuan Tugas Bersama) dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

Di DPR RI, pria yang identik dengan kacamata ini mengawali karirnya pada usia 33 tahun ketika masuk pertama kali menjadi pengganti antar waktu (PAW) pada periode 2004 – 2009, dengan menggantikan almarhum Prof. Rusli Ramly yang meninggal dunia kala itu.

Sejak saat itu, Riefky berhasil lolos pada tiga Pemilu Legislatif selanjutnya (2009, 2014, 2019) dan mencetak ‘hat trick’ dalam perolehan suara tertinggi di Provinsi Aceh. Bahkan pada periode 2009 secara persentase ia menempati suara tertinggi ke-10 nasional.

Selama berkiprah 15 tahun di DPR RI, Senayan Jakarta, suami, DR. Ir. Adinda Yuanita, MT, dipercaya DPP Partai Demokrat dalam berbagai penugasan strategis di DPR, seperti Ketua Komisi VII (Bidang Energi), Sekertaris FPD (saat FPD beranggotakan 148 orang), Ketua Komisi X (Bidang Dikbud), Wakil Ketua Badan Anggaran dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I (Bidang Pertahanan) merangkap Sekertaris FPD mendampingi Ketua Fraksi, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Putra pertama pasangan Alm. T. Syahrul Mudadalam (Pendiri HIPMI) dan Pocut Haslinda Azwar (Penulis Sejarah Islam Melayu-Nusantara) ini, selain aktif mencari solusi dari berbagai permasalahan berskala nasional, dia tidak menyia-nyiakan amanah yang diembannya untuk juga mengawal perdamaian dan pembangunan daerah pemilihannya; Aceh.

Mulai terlibat dalam pembahasan UU No.11 tahun 2006, tentang Pemerintahan Aceh yang merupakan tindak lanjut Perjanjian Perdamaian RI-GAM (MOU Helsinski) dan sebagai pengawas BRR NAD-Nias (Tsunami Aceh, 2005-2009) hingga mendorong percepatan berbagai program Pemerintah Pusat di Aceh.

Sebut saja, Pembangunan Pembangkit Listrik PLTU Nagan Raya dan  peningkatan elektrifikasi listrik di Aceh dari 80 menjadi 95 persen pada tahun (2009-2014), ratusan bantuan alat pertanian, pembangunan sarana dan prasarana di sekitar 800 sekolah hingga memperjuangkan tambahan alokasi beasiswa (PIP&Bidik Misi) di luar quota reguler yang diterima pemerintah daerah kepada lebih dari s seper empat (¼) juta pelajar dan mahasiswa di Aceh (2014-2019).

Selain aktif di dunia politik, ayah 3 Putra dan 1 Putri ini juga pernah aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan seperti: Anggota Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), Ketua Bidang Investasi Persatuan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Ketua Bidang Energi KADIN Pusat, Ketua Umum Bela Diri Kurash (PBKI), Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI).

Pendidikan

  • 2016-Sekarang S3, Manajemen Keuangan, Sekolah Bisnis IPB.
  • 2011-2013 S2, Manajemen Gas, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, (Cum Laude).
  • 1990-1994 S1, Mass Communication Millitary College of Vermont (US ARMY rotc).
  • 1987-1990 SMAN 6, Jakarta
  • 1984-1987 SMP Muhammadiyah IX, Jakarta
  • 1978-1984 SDI Al Azhar Pusat, Jakarta

Karir Politik

  • Anggota DPR RI Dapil Aceh I
  • Masa Jabatan 1 Oktober 2019 – Sekarang
  • Pimpinan Komisi I DPR RI Masa jabatan 1 Oktober 2019 – Sekarang
  • Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Masa Jabatan 2017–2019
  • Ketua Komisi X DPR RI Masa Jabatan 2014–2017
  • Ketua Komisi VII DPR RI Masa Jabatan 1 Oktober 2009 – 2012
  • Anggota Komisi VII DPR RI Masa Jabatan 2005–2009
  • President Director, Grandkemang Hotel, (Hotel Management) Masa Jabatan 2001–2005
  • Marketing Director, Uninet Media Sakti, (Internet Service Provider) Masa Jabatan 1995–2001.***

 

Komentar

Loading...