Pelaksanaan POPDA ke-XVI Aceh Barat Terancam

Ahmad Muhajir: Bukan Tidak Siap, Pejabat Berganti dan Hilang Koordinasi

Ahmad Muhajir: Bukan Tidak Siap, Pejabat Berganti dan Hilang Koordinasi
Kasi Pembibitan Pelajar, Santri dan Mahasiswa, Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Ahmad Muhajir

Meulaboh | Kepala Seksi (Kasi) Pembibitan Pelajar, Santri dan Mahasiswa, Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Ahmad Muhajir memberikan alasan kenapa petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke XVI tahun 2020, hingga kini belum dibagikan kepada panitia tuan rumah, yaitu Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Muhajir, awalnya juknis sudah selesai. Namun belakangan direvisikan kembali karena menyangkut anggaran.

“Perihal juknis sudah selesai, kenapa kita belum bagikan, karena menunggu waktu revisi, di juknis itu menyangkut masalah anggaran,” kata Ahmad Muhajir, melalui sambungan telpon, Senin sore (16/3/2020).

Sebut Muhajir, adanya perubahan karena ada aplikasi baru yang memerlukan e-komponen yang harus dimasukkan untuk ditimbulkan satu kegiatan.

“Di DPA kita sudah melakukan aplikasi baru, memerlukan e-komponen dan itu harus dimasukan dulu untuk ditimbulkan satu kegiatan,” kata Muhajir.

Ia mencontohkan, ada biaya kunjungan ke venue, tetapi anggaran tersebut tidak ada, yang ada anggaran untuk pelatihan maka tidak mungkin digunakan pada kegiatan kunjungan venue karena akan sulit dalam pelaporan anggaran.

“Jadi sewaktu kita lakukan kunjungan ke venue di Aceh Barat, dianggaran lama itu bukan perjalanan dinas, tetapi biaya pelatihan. E-komponen itu terdata dan tidak bisa dicairkan karena tidak sesuai. Itu salah satu contoh,” sebut Ahmad Muhajir.

Menurut Muhajir jika dipaksakan dengan juknis yang belum direvisi, bisa-bisa saja tetapi saat panitia melakukan pengamprahan akan kalang kabut. “Kalau hasil revisinya terbit maka dalam bulan ini kita bisa keluarkan juknisnya. Tetapi saya tidak bisa janji,” jelas Ahmad Muhajir.

Lanjut Ahmad Muhajir, dalam urusan revisi soal POPDA di Aceh Barat, sudah diserahkan ke Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). “Revisi sudah kita serahkan ke Badan Keuangan Aceh melalui Kasi,” katanya.

Baca: Pelaksanaan POPDA XVI 2020 di Aceh Barat Terancam?

Sedangkan persoalan lain belum bisa diterbitkan juknis, ini terkait maskot dari tuan rumah sendiri. Sebab, ada dugaan maskot yang sudah disayembarakan plagiat. “Maskot rupanya plagiat, kita tidak bisa masukkan maskot ke buku juknis. Kami konfirmasi katanya dalam minggu ini. Kalau logo tidak masalah,” ungkap Ahmad Muhajir, membocorkan.

Sebut Muhajir alokasi anggaran dalam APBA 2020 untuk POPD ke-XVI tahun 2020 senilai Rp 4 miliar lebih. Anggaran tersebut misalnya digunakan untuk wasit dan anggaran. Untuk medis, keamanan itu jati tuan rumah,” katanya.

Lalu kata Ahmad Muhajir, Aceh Barat bukan tidak siap sebagai tuan rumah untuk event POPDA) tahun 2020 ini. Namun seringnya mutasi pejabat juga menjadi hambatan dalam melakukan koordinasi.

“Saya melihat Aceh Barat sebagai tujan rumah bukan tidak siap, tetapi karena seringnya pergantian pejabat sehingga koordinasi hilang. Misal saya kasih tahu kepada Bapak gini-gini, tiba-tiba Bapak diganti, yang baru kelabakan harus ulang baru lagi, begitulah kejadiannya, saya lihat begitu,” kata Ahmad Muhajir.***

Komentar

Loading...