Breaking News

Adi Risfandi: Luas Tambang PT. Mifa Bersaudara Capai 330 Hektar

Adi Risfandi: Luas Tambang PT. Mifa Bersaudara Capai 330 Hektar
Kepala Teknik Tambang PT. Mifa Bersaudara, Adi Risfandi.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Melalui Azizon Nurza, Kepala Teknik Tambang PT. Mifa Bersaudara, Adi Risfandi menanggapi konfirmasi media ini, Selasa (11/2/2020). Jelas Adi Risfandi yang dikirim melalui WhatsApp Azizon mengaku, luas izin usaha pertambangan perusahaan itu mencapai 3.134 hektar. 

Izin lahan tersebut dikeluarkan tahun 2011 lalu. “PT Mifa Bersaudara memiliki luasan wilayah konsesi atau Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 3.134 hektar yang dikeluarkan tahun 2011,” kata  Adi. 

Lalu, dari luas lahan, PT. Mifa Bersaudara mulai dilaksanakan operasinya untuk mengeruk isi bumi Negeri Teuku Umar ini pada tahun 2012 hingga kini. “PT Mifa Bersaudara memulai operasi untuk penggalian batubara dimulai tahun 2012 hingga tahun 2020. Luas bukaan tambang PT Mifa Bersaudara mencapai 330 hektar,” jelas Adi. 

Sembilan tahun perusahaan itu jalankan operasi mengambil batu bara di Aceh Barat, maka hingga 2019 dari luas lahan yang telah digarap, baru 84 hektar yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi. Artinya masih ada 246 hektar bukaan lahan tambang yang diduga masih menganga.

“Saat ini PT Mifa Bersaudara telah melakukan reklamasi  dan revegetasi seluas 84 hektar hingga tahun 2019 dan telah memberikan jaminan reklamasi sebesar 6.498.500.000 hingga tahun 2019,” ujarnya.

Nah, alih-alih terkait 246 hektar lahan yang belum direklamasi dan revegetasi, beralasan area dimaksud masih aktif untuk pengambilan batu bara.

"Sisa luas area yang belum direklamasi merupakan area penambangan yang masih aktif baik untuk area penggalian batubara, akses jalan tambang, hingga infrastruktur/fasilitas di area pertambangan," sebut Adi.

Sedangkan urusan pengelolaan lingkungan, PT. Mifa Bersaudara kata Adi, menggunakan sistem pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan, berdasarkan rencana reklamasi serta dievaluasi secara terus menerus dengan sistem bersertifikat ISO 14001 dan telah mendapatkan penghargaan proper biru dari Kementerian DLHK untuk periode tahun 2019.***

Komentar

Loading...