Dibalik Jawaban KPK Terhadap Praperadilan Irwandi

Adakah Peran Mukhlis Terhadap Aliran DOKA 2018 Untuk Bireuen?  

Adakah Peran Mukhlis Terhadap Aliran DOKA 2018 Untuk Bireuen?  
Irwandi Yusuf saat melantik Saifannur (Foto: bongkarnews)
Rubrik

Banda Aceh | Terungkapnya pengakuan (kesaksian) Mukhlis, adik kandung Bupati Kabupaten Bireuen, H. Saifannur, yang termuat dalam jawaban KPK pada sidang praperadilan Irwandi Yusuf, Kamis, 18 Oktober 2018. Semakin membuka tabir “gelap” adanya dugaan praktik cin cai yang dimainkan Irwandi Yusuf.

Sejumlah pertanyaan mendasar adalah, kenapa Kabupaten Bireuen meraih aliran DOKA 2018 terbesar dari 22 kabupaten dan kota di Aceh? Benarkah hanya semata-mata karena Irwandi berasal dari Bireuen dan untuk keperluan pembangunan daerah itu? Atau, ada “udang dibalik batu” alias mengalir “setoran” sampingan untuk memuluskan aliran DOKA 2018 yang mencapai Rp 300 miliar?

Dugaan ini sah-sah saja. Sebab, kasus awal yang menjerat Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, melalui OTT KPK, 4 Juli 2018, karena dugaan menerima fee dari Bupati Kabupaten Bener Meriah, Ahmadi, terkait proyek yang berasal dari DOKA 2018.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bireuen H. Muzakar A. Gani dengan bangga mengatakan. Pemerintah Bireuen menuai sukses besar tahun 2018, karena berhasil membawa pulang Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) senilai Rp 300 miliar.

20181018-muhklis

Mukhlis (Foto: WA)

Nah, atas prestasi ini sebut Muzakar, banyak kalangan yang mencibir. Bahkan ada yang mengatakan itu bukan sebuah prestasi, karena semua daerah juga mendapatkan dana tersebut.

Tak hanya itu, seperti diwartakan laman acehtrend.com, 15 Oktober 2018 lalu. Akademisi Institut Agama Islam Almuslim (IAIA) Anwar Ebtadi, mengakui itu adalah prestasi. “Itu fakta yang tidak bisa dibantah. Semua dapat porsi, tapi soal jumlah, memang kali ini sangat besar. Andaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tidak terjaring OTT KPK, mungkin bisa lebih besar lagi,” kata akademisi yang juga wiraswasta berkemajuan itu, Jumat (12/10/2018).

Dari tahun ke tahun, sejak dialokasikan pertama kali pada 2008, dana otsus yang diterima Kabupaten Bireuen terus mengalami peningkatan. Angka terakhir tahun 2017, Bireuen mendapatkan 144.746.630.857. Tahun 2018, Bireuen mendapatkan dua kali lipat dari angka yang berhasil dicapai pada tahun lalu. Pertanyaannya adalah, adakah makan siang gratis? (selengkapnya baca edisi cetak, beredar mulai, Senin, 21 Oktober 2018).***

Komentar

Loading...