Breaking News

Ada Aroma Rasuah, Kejari Bireuen Bidik Program Usaha Ekonomi Produktif

Ada Aroma Rasuah, Kejari Bireuen Bidik Program Usaha Ekonomi Produktif
Konferensi pers di Aula kantor Kejari Bireuen Kamis 22 Juli 2021. (Foto: Zulhelmi)

Bireuen | Diduga, program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dijalankan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen untuk masyarakat miskin, beraroma korupsi.

Itu sebabnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen berupaya melakukan penyelidikan. Program ini dimulai Dinas Sosial Kabupaten Bireuen tahun 2020.

Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mangantar Siregar, pada konferensi pers, di Aula Kantor Kejari Bireuen, Kamis, 22 Juli 2021, menyebut. Pihaknya berupaya melakukan penyelidikan berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala kejaksaan Negeri Bireuen Nomor: 04/1. 21 d.1/6/2021, tanggal 29 Juni 2001.

Diketahui pada 2020, Pemkab Bireuen mengucurkan program bantuan UEP bagi keluarga miskin dalam rangka penanganan Covid-19 yang anggarannya bersumber dari APBK.

"Ada  250 penerima yang diusulkan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen   yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Bireuen Nomor 30 tahun 2002, tanggal 14 September 2020, dengan nominal bantuan  Rp2 juta per orang," terang Mangantar Siregar.

Konferensi pers di Aula kantor Kejari Bireuen Kamis 22 Juli 2021. (Foto: Zulhelmi)

Kata Mangantar, pada surat keputusan tersebut dijelaskan bahwa, bantuan diberikan dalam bentuk uang dengan cara pemindahbukuan dari rekening Dinas Sosial ke rekening penerima.

"Kita telah memanggil dan meminta  keterangan 80 orang warga masyarakat yang terkait dengan program tersebut," jelas Mangantar.

Masih kata Mangantar, dari hasil proses penyelidikan ditemukan indikasi tindak pidana korupsi program bantuan UEP itu.

Ia  berharap  doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses penyelidikan itu bisa segera diselesaikan.***

Komentar

Loading...