Temuan BPK Belanja Modal Disdik Aceh tak Sesuai Ketentuan

Ada 51 Paket Pekerjaan Pada Sembilan SKPA Kekurangan Volume

Ada 51 Paket Pekerjaan Pada Sembilan SKPA Kekurangan Volume
Foto: Juli Saidi/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dahlan Jamaluddin, resmi menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap audit Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020.

LHP BPK RI itu diserahkan  anggota V BPK RI Beni Ruslandi pada Rapat Paripurna DPRA, di Gedung Utama, Jalan Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh, Selasa (4/5/2021). 

Beni menyebut dalam penggunaan APBA 2020, Pemerintah Aceh masih ada permasalahan signifikan harus segera ditindaklanjuti Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Temuan BPK RI dimaksud, terkait pengelolaan kegiatan belanja modal pada Dinas Pendidikan Aceh. 

Menurut BPK RI, temuan tersebut tidak sesuai ketentuan sehingga berpotensi menjadi permasalahan oleh pihak ketiga atas pekerjaan yang belum dipertanggungjawabkan. 

Bukan hanya itu, Beni juga mengungkap. Pengelolaan APBA 2020 Pemerintah Aceh, ditemukan kekurangan volume pekerjaan sebanyak 51 paket pekerjaan kontruksi pada sembilan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). 

Parahnya lagi, atas 51 paket pekerjaan tersebut, sebagiannya hasil audit BPK RI juga ditemukan bahwa pekerjaannya mengalami kerusakan. 

Sedangkan temuan berikutnya jelas Beni, pengelolaan aset tetap belum tertib. Sehingga tegas BPK RI, tujuan pengelolaan aset untuk terwujudnya  ketertiban administrasi dan tersedianya data yang akurat terkait jumlah kekayaan daerah belum tercapai. 

Karena itu, BPK RI merekomendasi pada Gubernur Aceh Nova Iriansyah, agar melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan sesuai kewenangannya dan menyelesaikan permasalahan kegiatan belanja modal sesuai aturan. 

BKP RI juga meminta Gubernur Aceh untuk mempertanggungjawabkan kelebihan pembayaran terkait kekurangan volume pekerjaan. 

Sudah pasti, limit yang diberikan BPK RI guna tindaklanjut dari temuan BPK RI, selambat-lambatnya 60 hari sejak LHP itu diterima eksekutif dan legislatif Aceh. 

Sementara itu, BPK RI memberi oponi atas kewajaran anggaran 2020 Pemerintah Aceh wajar tanpa pengecualian.***

Komentar

Loading...