Breaking News

Walau Mengeluh Pelayanan Buruk

Ada 1,1 Juta Nasabah di Aceh Telah Migrasi ke BSI 

Ada 1,1 Juta Nasabah di Aceh Telah Migrasi ke BSI 
Sebagian masyarakat nasabah bank konvensional mengeluhkan karena tidak bisa melakukan transaksi di setiap anjungan ATM yang ada di wilayah Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe I Ada 1,1 juta nomor rekening bank atau dipresentasekan sebesar 92 persen nasabah di Provinsi Aceh telah migrasi ke Bank Syariah Indonesia (BSI). Karena itu, pelayanan tersebut akan terus berlanjut sampai mencapai target dalam waktu dekat. 

Area Manager BSI Lhokseumawe, Nirwan Purnama mengungkapkan hal itu, terkait proses migrasi ke BSI yang masih terus berlangsung, Kamis, 1 Juli 2021. 

Katanya, BSI memiliki target migrasi sebanyak 1,26 juta nasabah di Aceh. Saat ini yang sudah termigrasi rekening nasabah mencapai 92 persen atau 1,1 juta. 

Dirincikan semua itu untuk rekening tabungan, rekening giro dan rekening deposito. Sisanya tetap diupayakan kepada para nasabah agar bisa segera melakukan migrasi ke BSI, karena memang harus disegerakan untuk semua cabang area yang ada di regional office 1 Aceh.

Sedangkan  untuk wilayah Kota Lhokseumawe jumlah nasabah asal BNI Syariah dan BRI Syariah, yang melakukan migrasi rekening sudah mencapai 92 persen atau total antara 530-540 ribu nasabah.

Jumlah itu dari 544,8 ribu nasabah migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Kita terus mengupayakan agar para nasabah dapat segera melakukan migrasi rekening. Karena memang ada sebagian nasabah yang bisa jadi belum tersosialisasikan, maka kita juga melakukan upaya seperti memberikan informasi melalui nomor kontak nasabah baik via WhatsApp, dan SMS maupun sejenis lainnya," ujarnya.

Menurut Nirwan, mungkin salah satu faktornya yang belum melakukan migrasi rekening, karena sedang berada di luar daerah sehingga belum bisa mendatangi secara langsung ke kantor cabang (bank). 

Namun sebenarnya proses ini juga bisa dilakukan melalui Mobile Banking atau BSI Mobile. "Cuma nantinya saat pergantian kartu ATM dan buku tabungan memang harus datang kantor cabang dengan membawa persyaratan sendiri".

"Kalau untuk nasabah yang masih menggunakan buku atau ATM konvensional, opsinya adalah agar segera dipindahkan (migrasi) ke BSI. Karena memang kantor layanan konvensional sudah tidak melayani lagi di Provinsi Aceh," sebut dia.

Untuk BNI sendiri on progress dan pada September 2021 tidak akan bisa transaksi lagi bagi yang masih konvensional. "Inilah waktu jeda yang masih bisa digunakan nasabah untuk melakukan proses migrasi rekening," paparnya. 

Nirwan menilai, sejauh ini khususnya di masing-masing outlet area Lhokseumawe, antrean nasabah sudah cenderung menurun, dan tidak sebanyak pada awal-awal terjadinya proses migrasi.

Bahkan sekarang sudah terlihat normal untuk pelayanan di kantor cabang, ungkap Nirwan.

Area Manager BSI Lhokseumawe, Nirwan Purnama (Foto: Din Pasee)

Sementara itu, pantauan dilapangan, sebagian masyarakat nasabah bank konvensional masih mengeluhkan pelayanan bank yang buruk. Itu disebabkan hampir semua ATM bank tidak melayani transaksi dan padam.

Bahkan setiap anjungan ATM ditempelkan pengumuman permintaan maaf tidak bisa melayani karena sedang maintenance atau perawatan. Sehingga para nasabah kecewa karena bisa melakukan transaksi dan kesulitan mencari keberadaan anjungan ATM bersama.***

Komentar

Loading...