Hasil Sementara Pra PORA FPTI Aceh 2021

Aceh Tengah Berada di Posisi Puncak

Aceh Tengah Berada di Posisi Puncak
Ketua Umum FPTI Aceh Muhammad Saleh bersama Wakil Ketua dan Pengurus KONI Aceh T. Rayuan Sukma serta Heri Laksana menyerahkan medali (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Huwaidi Johan I Reporter Banda Aceh

Banda Aceh I Untuk sementara, kontingen Kabupaten Aceh Tengah berada pada posisi puncak (rangking) satu, perolehan medali pada Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA), Federasi Panjat Tebing (FPTI) Aceh, yang berlangsung di Venue Wall Climbing Stadion Lhong Raya, Banda Aceh.

Kejuaraan yang berlangsung dari 25-31 Oktober 2021 ini, diikuti 14 kabupaten dan kota di Aceh, sebagai ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2022 di Kabupaten Pidie. 

Dari seratusan lebih atlet yang ikut serta, yang lolos sesuai kuota nantinya di PORA 2022 sebanyak 80 atlet.

Hingga hari keempat (29/10/2021), kontingen Aceh Tengah mendominasi medali emas, perak dan perunggu yaitu; 3 emas, 1 perak dan  1 perunggu. Disusul 2 Kota Sabang (2 emas, 1 perunggu). Aceh Timur (1 emas,  2 perak dan  3 perunggu). Aceh Besar (1 emas, 2 perak). Kota Banda Aceh (1 emas dan  1 perunggu). Aceh Selatan ( 2 perak), Bireuen (2 perunggu serta Gayo Lues (1 perunggu).

Pra PORA FPTI Aceh (Foto: Ist)

Sebelumnya, Pra PORA FPTI Aceh 2021 dibuka Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak). Dia berharap, pada PON mendatang, cabang olahraga ini dapat menyumbang medali untuk Aceh.

“Jika ada 16 medali emas yang diperebutkan, maka saya berharap, Panjat Tebing Aceh dapat menyumbang 5 medali emas pada PON Aceh-Sumut 2024 mendatang. Insha Allah dan Alhamdulillah,” harap Abu Razak.

Sementara itu, Ketua Umum FPTI Aceh H. Muhammad Saleh mengaku yakin dapat memenuhi target KONI Aceh tersebut, asalkan dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana (sapras), sesuai standart nasional atau bahkan internasional seperti PON XX-2021 di Papua beberapa waktu lalu.

“Ini memang target berat, walau Aceh nantinya wild card, namun tanpa sapras yang sesuai, target tersebut sulit bisa dipenuhi,” kata dia.

Itu sebabnya, Shaleh berharap, begitu dia akrab disapa, Pemerintah Aceh melalui KONI Aceh dapat membangun wall climbing secepat mungkin. Paling tidak seperti di PON Papua yang memenuhi standart Internasional.

“Idealnya, sapras sudah terbangun saat Porwil 2023 mendatang di Aceh, sehingga atlet Panjat Tebing Aceh dapat menyesuaikan diri,” harap Shaleh.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyusung strategi rekrutmen atlet, latihan serta pembinaan yang lebih maksimal dan taktis. Salah satunya, merekrut atlet junior. “Kami banyak belajar dari kegagalan meraih emas di PON Papua lalu,” ucap Shaleh.***

Komentar

Loading...