Pra PON XX Zona I (Porwil) FPTI di Bengkulu 2019

Aceh Peringkat Dua Sumatera

Aceh Peringkat Dua Sumatera
Foto: Dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Satu capaian prestasi membanggakan berhasil ditoreh atlit Panjat Tebing (FPTI) Aceh, pada Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) XX, Zona I atau Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera, 1-9 November 2019 di Provinsi Bengkulu.

Nah, atlit Aceh berhasil menoreh dan berada pada peringkat kedua se-Sumatera atau berada satu tingkat dibawah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai juara umum.

Presiden Juri Nurtjahjanto Widodo menyebut, Babel melesat di urutan pertama, jauh melampaui provinsi-provinsi lain di bawahnya. Provinsi penghasil timah ini berhasil membawa pulang 5 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

20191106-medali-fpti

Posisi kedua diraih tim dari Aceh dengan meraih 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Sebelumnya pada Porwil IX-2015 di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Atlit FPTI Aceh meraih; 1 emas, 2 perak 1 perunggu.

“Peringkat 2 ada Provinsi Aceh yang meraih 2 emas, 3 perak, dan 2 perunggu,” ujar Nurtjahjanto, kemarin di Kota Bengkulu. Peringkat ke-3 ada Sumatera Barat yang meraih 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Lalu Sumatera Selatan dengan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Peringkat ke-5 diduduki Sumatera Utara dengan raihan 2 emas dan 2 perak. Kemudian Riau dengan 2 emas, 1 perak, dan 5 perunggu.

Sementara itu, tim tuan rumah Bengkulu berada di posisi ke-7 dengan perolehan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Peringkat ke-8 ada Jambi yang meraih 2 perak dan 1 perunggu. Untuk Provinsi Kepulauan Riau dan Lampung harus puas pulang tanpa membawa medali.

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh yang dihubungi media ini melalui telpon seluler, Rabu sore, mengaku puas dengan capaian prestasi tersebut.

“Walau target kami meleset satu medali emas. Tapi, anak-anak sudah berjuang dan memberikan yang terbaik untuk Aceh,” ucap Shaleh, begitu dia akrab disapa.

Kata Shaleh, sebelumnya KONI Aceh mematok target tiga emas dari cabang olahraga (cabor) ini. Namun, dengan berbagai kekurangan sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini. Atlitnya berhasil menoreh prestasi melampaui target pihaknya.

“Saya sendiri mematok dua medali emas. Ini berarti hanya satu medali emas yang meleset dari target KONI Aceh,”ujar Shaleh.

Begitupun sebut Shaleh, faktor lain yang membanggakan dirinya dan tim pelatih yaitu; Fadjri, Amri, semua atlit FPTI Aceh berhasil masuk ke final.

“Inilah cabor FPTI. Prestasi seorang atlit ditentukan banyak faktor. Selain sarana dan prasarana juga kekekuatan otot, otak dan nasib. Istilah kami; OON,” kata Shaleh.

Itu berarti, Aceh telah meloloskan tiga kuota atlit yang akan berlaga di PON XX-2020 di Provinsi Papua.***

Komentar

Loading...