Abuya Digoyang Lagi

Abuya Digoyang Lagi
Massa Abuya-BM saat audiensi bersama pihak eksekutif dan legeslatif di gedung DPRK Bener Meriah, Jumat (12/6/2020). (ANTARA/HO)
Rubrik

Waktu cuti berobat Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi atau akrab disapa Abuya terusik. Hari ini, massa yang tergabung dalam Aliansi Bersama untuk Rakyat Bener Meriah (Abuya-BM), kembali mendatangi gedung DPRK setempat. Mereka mendesak realisasi 10 poin tuntutan kepada Pemkab Bener Meriah. Abuya digoyang lagi.

Tak puas, bisa jadi itulah kondisi yang saat ini terus menyelimuti “ambisi” politik dari politisi tertentu di Kabupaten Bener Meriah.

Lihatlah, setelah gagal mengiring Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi atau akrab disapa Abuya mundur dari kursi orang nomor satu di daerah itu.

Kini, pengerahan massa kembali dilakukan. Akibatnya, waktu cuti 20 hari yang diajukan Abuya untuk berobat di Medan, Sumatera Utara, membuat ulama ini menjadi tak nyaman.

Yang jadi soal, “gangguan” tersebut tak datang dari luar. Tapi, berasal dari rakyatnya sendiri. Mereka menamakan dirinya Aliansi Bersama untuk Rakyat Bener Meriah (Abuya-BM).

Sebelumnya, Abuya sudah mendapat surat izin berobat dari Pemerintah Aceh selama 20 hari. Ini sesuai izin Nomor: 098/7813, tanggal 2 Juni 2020 bertepatan dengan 10 Syawal 1441 H, berdasarkan permohonan yang dilayangkan Sarkawi pada 28 Mei lalu.

Lalu, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menunjuk Sekretaris Daerah Haili Yoga sebagai Pelaksana Harian (Plh), mengisi kekosongan jabatan ini.

"Terhitung sejak 4 Juni sampai 23 Juni atau selama 20 hari. Surat izin tersebut kita terima Rabu (3/6/2020),” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah, Wahidi kepada media pers, Jumat, 5 Juni 2020.

Tapi, kondisi ini rupanya tak membuat niat massa dari Abuya-BM surut. Juru bicara aliansi ini Munawir mengatakan. Diantara salah satu poin tuntutan mereka adalah, mendesak DPRK Bener Meriah untuk menggunakan hak interpelasi, guna meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah.

"Mendesak DPRK Bener Meriah untuk menggunakan hak interpelasinya terhadap pemerintah daerah agar mempertanggungjawabkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan selama ini," kata Munawir saat audiensi berlangsung di DPRK setempat, Jumat.

Seperti diwartakan antaranews.com. Sepuluh poin tuntutan massa tadi salah satunya adalah, meminta Pemkab Bener Meriah untuk bertanggungjawab kebijakan Bupati Bener Meriah yang menimbulkan konflik di tengah masyarakat, seperti penyaluran BLT dan program Bantuan Ketahanan Pangan (lihat boks).

Hingga berita ini diwartakan, MODUSACEH.CO belum berhasil mengkonfirmasi Bupati Bener Meriah.

Namun, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah, Wahidi mengajak masyarakat Bener Meriah mendoakan kesembuhan Sarkawi. Dia juga berharap Haili dapat menjalankan tugasnya.

"Kita doakan, semoga Bupati Bener Meriah Abuya Sarkawi lekas sembuh dari penyakit yang diderita, dan Plh Bupati Bener Meriah bapak Haili dapat menjalankan tugas-tugas pemerintahan seperti biasa tanpa ada hambatan-hambatan yang berarti," jelas Wahidi.

Memang, aksi demo dan tuntutan tadi bukan tanpa sebab. Sarkawi sempat mengumumkan keinginannya untuk mundur dari jabatan karena ingin fokus berobat. Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan saat memberi sambutan sebelum salat Idul Fitri, Minggu, 24 Mei 2020.

Namun, setelah menerima nasihat serta masukan dari berbagai kalangan, Sarkawi mengurungkan niatnya untuk mundur. Dia berencana mengambil cuti berobat.

Menurut Wahidi, Sarkawi sudah pernah berobat di dalam dan luar negeri terkait penyakit yang dideritanya pada bagian tulang belakang. Namun hingga kini tidak menunjukkan hasil signifikan.

"Kondisi kesehatan beliau semakin hari semakin memburuk, yaitu pada bagian tulang belakang," kata Wahidi ketika itu.***

Komentar

Loading...