Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Abrasi Pantai di Aceh Barat, Tanggul Pemecah Ombak Amblas

Abrasi Pantai di Aceh Barat, Tanggul Pemecah Ombak Amblas

Meulaboh | Gelombang tinggi disertai angin kencang yang terjadi sejak dua pekan terakhir, menyebabkan tanggul pemecah ombak di wilayah pesisir Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat rusak dan amblas ke laut.

Akibatnya, badan jalan juga tertutup pasir hingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Abrasi pantai terjadi di Desa Pasir, Suak Indrapuri dan Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, yang merubuhkan tanggul hingga sendimen pasir. Bahkan ada dua kepala keluarga (KK) dilaporkan mengunggsi karena peristiwa tersebut.

Selain itu ada beberapa pohon tumbang di kawasan pantai Desa Suak Ribe dan menimpa beberapa gubuk cafe santai di sana.

Kepala Desa Suak Ribee, Razali mengatakan. Semakin lama abrasi yang terjadi kian parah dan sudah 15 meter daratan bibir pantai desa itu menghilang, karena amblas dibawa air laut secara berangsur.

"Abrasi di desa kami makin parah, tempat duduk berupa pondok milik sejumlah kafe yang ada disini juga hanyut dibawa air laut," kata Razali.

Abrasi yang semakin parah tersebut belum mendapat penaganan dari pihak pemerintah. Di Desa Pasir tanggul yang ada juga amblas ke laut, bahkan tanggul permanen juga ikut rubuh karena terkikir air laut pasang.

Sepanjang bibir pantai terdampak, hampir sudah tak ada lagi daratan, hanya tersisa permukaan tanggul pasir yang sudah amblas terus dihantam ombak.

Jalan penghubung antar desa juga ditutupi pasir setebal lebih kurang 10 sentimeter, kendaraan roda dua tidak bisa melintas lagi, aspal jalan juga terus terkikis air laut hingga rusak parah. Ombak tinggi terkadang juga sampai ke permukiman warga.

Warga tiga desa tersebut memang sudah biasa dengan kondisi demikian setiap tahunnya, namun sebab tak ada lagi pemecah ombak di bibir pantai karena sudah jebol menjadi kekhawatiran.

Tanggul permanen yang dibangun juga tidak berfungsi lagi karena sebagian telah rubuh ke laut, sisanya diprediksi akan ikut rubuh jika gelombang tinggi terus melanda pesisir pantai.

Kepala BPBD Aceh Barat, Muktaruddin mengatakan, tidak akan melakukan penanganan apabila desa terdampak tidak mengajukan permohonan secara tertulis.

“BPBD cuma mampu menanggulangi hanya masalah pembersihan, itupun kalau ada permohonan secara tertulis dari desa setempat, karena SOP demikian, sejauh ini belum ada rencana pembangunan demikian (tanggul),” kata Muktaruddin kepada wartawan.

Hal itu, kata dia, sudah dilaporkan ke provinsi dan pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti. Pihaknya menunggu arahan dan kebijakan dari Pemerintah Provinsi maupun pusat.

“Jauh hari sudah kita laporkan, tinggal menunggu keputusan dan kebijakan dari pihak provinsi maupun pihak pusat,” sebutnya.***

Komentar

Loading...