Mengaku Gagal Dapat Restrukturisasi Kredit

Abang Becak di Takengon Datangi DPRK

Abang Becak di Takengon Datangi DPRK
Abang becak di Takengon (Foto: lintasgayo.co)
Rubrik
Sumber
antaranews.com

Takengon | Pernyataan sejumlah pejabat di daerah ini tetap memperhatikan usaha masyarakat kecil sepertinya belum nyata. Terutama warga terdampak dari pandem ivirus Corona (Covid-19).

Lihat saja di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Sejumlah abang becak di  dataran tinggi Gayo itu, terpaksa mendatangi wakil mereka di DPRK setempat, mengadukan nasib setelah gagal mendapatkan restrukturisasi atau keringanan kredit dari pihak debitur.

Laman antaranews.com melaporkan. Dedi, perwakilan abang becak sekaligus juru bicara organisasi becak di Takengon mengeluh bahwa mereka adalah salah satu pihak yang terdampak COVID-19.

Untuk itu kata dia, pihaknya ingin bisa mendapatkan restrukturisasi kredit dari pihak debitur atau lesing karena saat ini sedang mengalami kesulitan untuk bisa memenuhi kewajibannya. 

"Kami telah mengajukan restrukturisasi kredit ke perusahaan lesing, tapi buntu. Karena itu hari ini kami hadir di sini (DPRK)," kata Dedi saat audiensi dengan para wakil rakyat di DPRK setempat, Selasa kemarin.

Menurutnya jumlah pekerja becak di daerah itu saat ini mencapai seribuan, sementara 80 persen diantaranya masih memiliki kredit kendaraan sepeda motor yang digunakan untuk menarik becak.

Menurut Dedi, adanya instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberikan keringanan kredit terhadap sektor usaha UMKM, belum berlaku di Aceh Tengah.

Bahkan menurutnya masih ada debt collector yang datang untuk menagih tunggakan kredit kepada para abang becak.

"Kami minta legislatif dan eksekutif mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penundaan pembayaran kredit," harap Dedi.***

Komentar

Loading...