Breaking News

83 Calon Keuchik Deklarasi Damai Pemilihan Serentak

83 Calon Keuchik Deklarasi Damai Pemilihan Serentak
Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin pimpin deklarasi damai dalam rangka Pemilihan Keuchik Serentak Kota Banda Aceh 2021. (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)
Penulis
Sumber
Humas Pemko Banda Aceh

*Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin: “Silaturahmi di Atas Segalanya”

Banda Aceh | Sebanyak 83 calon keuchik (kepala desa) mengikuti Deklarasi Damai dalam rangka Pemilihan Keuchik Serentak Kota Banda Aceh 2021 di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Kompleks Balai Kota, Kamis 11 November 2021.

Pembacaan deklarasi damai dipimpin oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin dan diikuti oleh ke-83 kandidat keuchik yang berasal dari 24 gampong (desa). Selanjutnya, seluruh kandidat juga menandatangani dokumen/naskah deklarasi damai yang berisi lima poin tersebut.

Banda Aceh sendiri akan menyelenggarakan pemilihan keuchik secara serentak gelombang pertama pada 14 November 2021. Pemilihan keuchik secara serentak kali pertama ini merupakan amanat Qanun Banda Aceh Nomor 4 tahun 2021 Tentang Pemilihan Keuchik Serentak.

Dalam sambutannya, Chek Zainal-sapaan akrab Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, berharap agar semua calon keuchik dapat mematuhi peraturan yang berlaku baik pada masa kampanye, masa tenang, maupun saat pemungutan suara. “Kita wajib mengedepankan etika serta moralitas selama proses pemilihan sehingga terciptanya suasana damai dan situasi kondusif.”

“Jangan sampai, hanya gara-gara kontestasi jabatan keuchik enam tahun, kita memutuskan silaturahmi, dan menghancurkan persatuan dan kesatuan gampong. Ingat silaturahmi dan kedamaian di gampong di atas segalanya,” ujarnya.

Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah setiap calon keuchik diharapkan untuk siap menerima kenyataan, baik menang maupun kalah. “Kita patut percaya bahwa semua hasil yang akan terjadi saat pemilihan nanti merupakan takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT,” ujarnya lagi.

 

“Dengan menghadirkan Allah dalam setiap tindakan, keputusan, dan sikap kita dalam menghadapi pemilihan keuchik nanti, saya yakin, insya Allah, pemilihan keuchik secara serentak nanti akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang akan membawa kedamaian, kesejahteraan, dan kesatuan dalam gampong-gampong di Kota Banda Aceh,” demikian Chek Zainal.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Banda Aceh Faisal, mengatakan pemilihan keuchik secara serentak digelar dalam empat tahapan. “Dua tahap sudah rampung, yakni tahap persiapan dan pencalonan. Pemilihannya akan berlangsung pada 14 November mendatang.”

Pada gelombang pertama ini, ada 24 gampong yang akan menyelenggarakan pemilihan keuchik. Dan pada tahap selanjutnya akan menyusul 66 gampong lagi. “Dalam gelombang pertama ini ada 83 calon keuchik dari 24 gampong yang akan bersaing mendulang suara dari 40.588 Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ujarnya.

Lalu karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, pemilihan keuchik akan digelar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes). “Selain penguatan panitia pemilihan mengenai prokes, juga nanti akan dibatasi maksimal 500 pemilih per TPS, dari 1.000 DPT pada kondisi normal. Ini guna menghindari kerumunan massa pada hari pencoblosan,” katanya.

Turut hadir pada Deklarasi Damai Pemilihan Keuchik Serentak tersebut di antaranya, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Isnaini Husda, Ketua MPU Damanhuri Basyir, dan unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemko Banda Aceh.***

Komentar

Loading...