Breaking News

6 Negara Ini Lockdown Gegara Varian Delta

6 Negara Ini Lockdown Gegara Varian Delta
Malaysia kembali lockdown. (Foto: LIM HUEY TENG/REUTERS)
Penulis
Rubrik

Jakarta | Virus Covid-19 varian Delta menjadi sorotan dunia karena dianggap sangat menular. Varian ini bahkan dapat menular hanya dengan berpapasan. Akibatnya sejumlah negara kembali memperketat aturan pembatasan hingga melakukan penguncian (lockdown) wilayah.

Virus corona varian Delta atau SARS-CoV.2.B.1.617.2 merupakan mutasi dari Covid-19 yang selama ini mewabah (SARS-CoV.2 B.1.617). Ini pertama kali ditemukan di India.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Mei 2021 memasukkan varian Delta ke dalam kategorikan Variant of Concern (VOC). VOC terdiri dari varian Alpha (B.1.1.7), Beta (B.1.351), Gamma (P.1) dan yang terbaru adalah Delta (B.1.617.2).

Berikut deretan negara yang kembali memperketat dan memberlakukan lockdown demi menekan penyebaran corona varian Delta.

Bangladesh

Bangladesh berencana menerapkan lockdown ketat mulai pekan ini setelah lonjakan positivity rate mencapai 20%. Awal pekan ini, Bangladesh mencatat rekor kematian akibat corona, tertinggi hingga 104 kasus dalam sehari.

Menteri Sekretaris Bangladesh Khandker Anwarul Islam mengatakan militer akan dikerahkan mulai Kamis (1/7/2021). Ini untuk membantu menegakkan lockdown.

Islam menambahkan lockdown yang akan berlangsung selama sepekan, Namun bisa diperpanjang jika keadaan belum kondusif.

"Pasukan bersenjata akan dikerahkan untuk patroli. Jika ada warga yang mengabaikan perintah, hukuman akan dijatuhkan kepada mereka," kata Islam pada Senin seperti dilansir The Guardian.

Australia

Australia memang tidak mengunci seluruh negeri. Tapi, sekitar 10 juta warga Australia kini terkena penguncian yang dilakukan pemerintah.

Ini dilakukan guna mencegah makin mewabahnya virus corona varian Delta di Negeri Benua itu. Setelah sebelumnya hanya mengunci kota Sydney, di negara bagian New South Wales (NSW), tiga kota lain kini di lockdown yakni Darwin, Perth dan terbaru Brisbane.

Mengutip BBC, langkah penguncian ini dilakukan setelah para otoritas kesehatan menemukan infeksi baru di Negara Bagian Queenslands, Autralia Barat, dan Wilayah Utara. Dari kasus-kasus itu, dua kasus di Australia Barat terkait dengan kluster Sydney dan kasus-kasus di Queensland dan Wilayah Utara didapat dari tempat karantina Covid-19.

"Ini adalah keputusan yang sulit," kata Perdana Menteri negara bagian Annastacia Palaszczuk, dikutip AFP, Selasa (29/6/2021).

"Kami melakukan penguncian di kota-kota besar karena kedatangan dari luar negeri membawa virus ke sini."

Sebelumnya, Senin (28/6/2021) tengah malam, kota Perth ibu kota Westren Australia juga memberlakukan aturan penguncian selama empat hari mendatang. Sejauh ini ada tiga kasus positif telah didiagnosis di Perth sejak wabah terdeteksi.

"Kami tahu risiko yang ditimbulkan Covid dan kami tahu dari seluruh dunia bahwa strain Delta adalah binatang baru lainnya yang tidak dapat kami ambil risikonya," kata Perdana Menteri negara bagian itu, Mark McGowan dalam konferensi pers.

Sejak awal corona, Australia telah berhasil secara luas dalam menahan klaster virus. Tetapi kini, varian Delta kini menjadi momok.

Hingga saat ini, Negeri Kangguru mencatatkan 30 ribu lebih infeksi Covid-19 sejak pandemi melanda. Jumlah infeksi ini diiringi dengan 910 kematian.

Hampir 7,4 juta dosis vaksin telah diberikan hingga saat ini. Namun hanya kurang dari 5% orang dewasa dilaporkan telah menerima kedua suntikan vaksin di negara itu.

Afrika Selatan

Negara Afrika Selatan (Afsel) kembali menerapkan lockdown ketat mulai Senin (28/6/2021). Ini juga guna melawan gelombang tiga pandemi Covid-19 yang diperparah oleh lonjakan varian Delta.

Presiden Afsel Cyril Ramaphosa mengatakan penguncian kali ini lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Di bawah aturan ini, semua kegiatan yang menyebabkan keramaian dilarang kecuali untuk pemakaman terbatas.

Pemberlakuan jam malam juga diperketat menjadi 21.00 hingga 04.00 keesokan harinya. Warga dilarang keluar masuk Gauteng, salah satu provinsi di Afsel dengan tingkat penularan Covid-19 paling tinggi.

Sekolah ditutup, sementara restoran hanya boleh menerima pesanan dibawa pulang dan layanan pesan antar. Penjualan alkohol juga dilarang.

Malaysia

Malaysia kembali memperpanjang Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau Movement Control Order (MCO) yang diberlakukan sejak awal Juni lalu. Perpanjangan lockdown ketat ini terus dilakukan meski angka infeksi harian telah turun menjadi sekitar 5.000 kasus.

Menteri Senior untuk Urusan Keamanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob menegaskan negara tersebut akan tetap menerapkan lockdown hingga total kasus Covid-19 harian di bawah 4.000. Hingga kini, Malaysia masih melaporkan kasus Covid-19 rata-rata 5.000 per hari

Saat ini, bed occupancy rate (BOR) ICU di Malaysia juga masih di atas 100%. Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa kemunculan varian baru Covid-19 yang lebih menular, Delta, membuat BOR di Malaysia kian tinggi.

Portugal

Portugal menjadi negara Eropa yang menerapkan pembatasan baru di Lisbon dan dua wilayah lainnya setelah mengalami lonjakan penularan corona dalam beberapa waktu terakhir. Diketahui Lebih dari 70% kasus corona baru di Lisbon merupakan varian Delta.

Portugal kini memiliki total 877.195 kasus corona. Di mana ada 17.092 kematian sejauh ini.

Thailand

Selain Malaysia, Thailand yang berada di Asia Tenggara juga ikut memberlakukan lockdown. Pemerintahan Perdana Menteri Prayuth Chan-O-Cha memutuskan menerapkan lockdown parsial di ibu kota Bangkok setelah penularan corona melonjak dari klaster konstruksi bangunan.***

Komentar

Loading...