Breaking News

Di RSUCM Aceh Utara

48 Pasien Terpapar Corona, 28 Negatif dan 1 Pasien PDP Dirujuk ke RSUZA Banda Aceh

48 Pasien Terpapar Corona, 28 Negatif dan 1 Pasien PDP Dirujuk ke RSUZA Banda Aceh
Juru bicara Pos Tim Gugus Tugas Penanganan Corona yang juga Sekdakab Aceh Utara, Abdul Aziz SH.MM, MH (Foto: Din Pases)

Tim Gugus Penanganan Corona Aceh Utara nilai,  situasi dan kondisi semakin kondusif

Aceh Utara | Hingga hari ini,  ada 48 pasien yang diduga terpapar virus corona (Covid-19), dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Aceh Utara. Namun,  ada 28 pasien diantara yang telah dikembalikan pada keluarganya karena dinyatakan negatif. Sementara, satu pasien di PDP dari daerah ini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Informasi disampaikan Juru bicara Pos Tim Gugus Tugas Penanganan Corona yang juga Sekdakab Aceh Utara, Abdul Aziz SH.MM, MH, Selasa (24/3), di posko Tim Gugus Tugas Penanganan Corona, Kantor Bupati Aceh Utara, di Kecamatan Lhoksukon.

Itu sebabnya, Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Aceh Utara menilai,  situasi dan kondisi serta perkembangan masyarakat di kawasan ini kian kondusif dan membaik.

Kata Abdul Aziz, sesuai harapan semua pihak, masyarakat mulai meningkatkan kesadarannya, mengikuti anjuran yang disosialisasikan pemerintah agar tidak beraktifitas atau berkumpul di luar rumah dan sebaiknya tetap berada dalam rumah.

Sehingga dengan patuhnya masyarakat, maka upaya ini pun telah membuahkan hasil, yang bertujuan mencegah dan menghentikan penularan virus Covid -19 di tengah masyarakat.

Bahkan Tim Gugus Tugas Penanganan Corona juga kian gencar melakukan sosialisasi dan pengawasan pada masyarakat agar tidak ada yang berkeluyuran di luar rumah serta harus tetap berada dalam rumah masing-masing.

Termasuk menangkal berbagai informasi hoax yang meresahkan masyarakat melalui jaringan media sosial (medsos).

“Sejauh ini perkembangan yang kita lihat semakin bagus dan membaik. Karena masyarakat mematuhi anjuran pemerintah agar tidak keluar rumah. Makanya tidak terjadi kepanikan luar biasa,” ujarnya.

Disisi lain, Azis menyebut, Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) di Desa Buket Rata yang ditunjuk sebagai tempat kedua penanganan virus Covid-19, telah mempersiapkan diri. Meski masih terdapat kekurangan, namun pihaknya terus berupaya melengkapi segala kebutuhan.

Sedangkan untuk kebutuhan peralatan medis, pihak RSUCM sedang menunggu pengiriman bantuan peralatan yang akan tiba besok. Peralatan itu berupa masker dalam jumlah banyak, alat pendeteksi virus Covid-19, sarung tangan, pakaian anti virus, alat cuci tangan dan lainnya.

RSUCM sendiri juga memiliki 6 ruangan isolasi yang siap difungsikan untuk penanganan pasien terpapar corona. Disamping itu, Pemkab Aceh Utara juga mempersiapkan Rumah Sakit Pratama di Landing Kec. Lhoksukon dengan 60 ruang isolasi bagi pasien terpapar corona.

“Untuk kebutuhan perlengkapan alat medis, kita sedang menunggu pengiriman barangnya dan besok akan tiba di sini. Peralatan itu merupakan barang yang sudah sulit ditemukan, seperti masker dalam jumlah banyak. Masker akan dibagikan kepada masyaakat. Barang lain adalah peralatan medis anti virus,” tuturnya.

Kondusifnya keadaan dapat ditandai juga dengan menurunnya jumlah pasien terpapar corona yang ditangani petugas RSUCM,  Kabupaten Aceh Utara.

Rincinya, dari jumlah 48 pasien yang terpapar corona dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP), kini tersisa sebanyak 28 pasien. Karena 20 pasien lainnya telah dikembalikan ke dalam keluarganya karena negatif corona.

Selanjutnya, ada satu warga lain yang ditemukan tumbang pada satu cafe di Kecamatan Lhoksukon sehingga sempat menimbulkan kepanikan masyarakat untuk mendekati korban.

Setelah dirujuk ke RSUCM dan mendapat perawatan medis, ternyata hasilnya negatif. Korban menderita penyakit hipertensi. Dan, ketika itu sedang duduk di cafe untuk menikmati secangkit kopi ekspresso. Sehingga kadar kopi itu membuat darah tingginya kambuh hingga pingsan di tempat.

Begitupun, pihak keluarganya tetap meminta agar pasien dirujuk ke RSU Zainal Abidin untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Selain itu, juga terdapat dua pasien berstatus PDP, satu pasien asal Kabupaten Aceh Tamiang dan satu pasien lagi asal Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara.

Setelah dirawat di RSUCM, ternyata satu pasien asal Aceh Tamiang negatif dan telah kembali pada keluarganya. Sedangkan satu pasien asal Kota Panton Labu justru diminta pihak keluarganya agar dirujuk ke Rsu Zainal Abidin, Banda Aceh.

Azis berharap masyarakat dapat terus mempertahankan diri dalam rumah agar semuanya terhindar dari penularan virus Covid -19 yang kini mencengkram dunia.***

Komentar

Loading...