Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

4 Fakta di Balik Ledakan saat Debat Kedua Capres Jokowi Vs Prabowo

4 Fakta di Balik Ledakan saat Debat Kedua Capres Jokowi Vs Prabowo
Sebuah mobil polisi berpatroli tidak jauh dari lokasi ledakan di Parkir Timur Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (17/2). Ledakan terjadi di dekat lokasi nonton bareng yang disediakan untuk pendukung capres. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Penulis
Rubrik
Sumber
liputan6.com

Jakarta | Debat kedua capres antara Jokowi dan Prabowo Subianto diwarnai suara ledakan yang terdengar di arena Parkir Timur, Senayan. Lokasi itu tak jauh dari arena debat capres yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019 malam.

Ledakan keras itu sempat membuat panik. Saksi yang bernama Ginting mengaku mendengar suara ledakan tersebut dan melihat asap hitam.

"Ternyata ada ledakan, sangat besar ada asap hitam kami lari," ungkapnya.

Polisi langsung bergerak cepat menuju lokasi suara ledakan tersebut. Insiden itu juga tidak menghentikan gelaran debat capres yang tetap berlangsung sampai selesai.

Berikut ini empat fakta dari insiden ledakan yang terjadi saat debat kedua capres berlangsung:

1. Saksi Mata Lihat Kardus Tiba-Tiba Meledak

Rendi, saksi mata mengaku mendengar sumber ledakan dari dalam kardus.

"Enggak jauh dari posko perbatasan pas pertigaan ini, saya lewat tiba-tiba meledak. Ada dus di dalam plastik warna putih," tutur Rendi di lokasi.

Menurut Rendi, posisi kardus berada di antara sampah-sampah. Dia memperkirakan posisinya dengan sumber ledakan dalam radius tak kurang dari lima meter.

"Posisinya (dus) sudah di bawah, nyaru sama sampah. Pas saya lewat meledak. Radius lima meter. Nih kuping saya pengeng," tuturnya.

2. Tamu Undangan Debat Capres Panik

Keributan para pendukung capres ketika terjadi ledakan di Parkir Timur Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (17/2). Ledakan terjadi sekitar 50 meter dari lokasi debat kedua capres di Hotel Sultan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

 

Garis polisi terlihat terpasang di area Parkir Timur Senayan, usai ledakan terdengar di sekitar lokasi, pukul 20.15 WIB, Minggu (17/2). Selain itu, sejumlah polisi juga membuat pagar betis.

Kondisi Parkir Timur Senayan yang digaris polisi terlihat gelap. Di sana minim penerangan. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan polisi masih memburu pelaku peledakan petasan yang sempat bikin panik para tamu undangan maupun massa pendukung debat Capres.

Gatot memastikan usai kejadian ledakan, tidak melakukan penambahan personel pengamanan. "Enggak ada masalah, pasukan sudah kita siapkan. Tadi sudah apel dengan Pangdam. Sudah empat lapis," tutur Kapolda Irjen Gatot.

3. Tidak ada Korban Jiwa

Tim Gegana menyisir lokasi ledakan yang terjadi di area Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (17/2). Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyebut ledakan diduga berasal dari petasan. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

 

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memastikan tidak ada korban jiwa dan kerugian materi usai ledakan di dekat lokasi debat kedua Capres.Polisi langsung melakukan penyelidikan.

"Tidak ada korban manusia dan materi," kata Gatot Eddy.

Sementara Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjaga di ring 1 acara debat berlangsung melakukan pengamanan ketat. Sejumlah mobil di sekitar areal Hotel Sultan mendapatkan pemeriksaan.

4. Ledakan Berasal dari Petasan

Kondisi pohon yang menjadi lokasi ledakan yang terjadi di area Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (17/2). Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ledakan tersebut. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

 

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan hasil pemeriksaan sementara, ledakan dekat lokasi debat Capres di Hotel Sultan berasal dari petasan. Sumber ledakan diduga berasal dari area Parkir Timur Senayan.

"Kita mengamankan TKP dengan Jibom (Penjinak Bom). Sementara ledakan petasan," ujar Gatot Eddy.***

Komentar

Loading...