Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Rutan Kahju, Aceh Besar

Karena Covid-19, 26 Warga Binaan Dapat Asimilasi dan Remisi

Karena Covid-19, 26 Warga Binaan Dapat Asimilasi dan Remisi
Foto Ist.
Rubrik

Banda Aceh | Sebanyak 26 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kajhu, Kabupaten Aceh Besar mendapat asimilasi dan remisi.

Sebelumnya pada tahap pertama ada 16 orang yang telah diremisi dan total seluruhnya sudah 42 warga binaan di Rutan tersebut menjalankan asimilasi Covid-19.

"Sepanjang tahun 2021, dari target 84 orang yang diusulkan," kata Irhamuddin, Kalapas Kelas IIB Kajhu, Jumat (26/2/2021).

"Menurut Peraturan Menteri Nomor: 32 tahun 2020, warga binaan yang berhak mendapat asimilasi Covid 19 telah menjalani setengah masa pidana, dua pertiganya itu paling lambat 30 Juni 2020," sebut irhamuddin.

Semetara itu, warga binaan kasus narkoba, teroris tidak berhak mendapat asimilasi.

"Dari 26 orang yang masuk asimilasi hari ini tentu sudah kami seleksi matang-matang. Terutama seleksi persyaratan subtantif, seperti berkelakuan baik, mengikuti segala peraturan yang ada, tidak mengunakan narkoba yang dibuktikan dengan tes urin, mengikuti segala pembinaan yang ada di sini," jelas dia.

Foto: Firdaus Hasan | MODUSACEH.CO

Lalu, persyaratan admistratif atau telah menjalani setengah masa pidana dengan dua pertiganya adalah di bulan Juni tanggal 30 tahun 2020 dan tidak memiliki perkara lain.

"Setelah itu, Balai Kemasyarakatan Lapas menilai apakah dia memang berhak mendapat asimilasi atau tidak," kata Irham.

Lebih lanjut, pihaknya akan melihat perkembangan warga binaan setelah keluar nanti, mereka di bawah pengawasan dan binaan Balai Kemasyarakatan sampai bebas murni, jika ditemukan warga binaan yang mendapat asimilasi kembali melanggar hukum atau berprilaku meresahkan di lingkungan masyarakat, maka haknya akan dicabut dan dikembalikan ke Lapas.

"Asimilasi Covid-19 ini bukan artinya dia bebas sepenuhnya. Ini masih penilaian dan tetap dalam pengawasan Lapas,” jelasnya.

Artinya, kementerian lebih tegas menekankan jika waga binaan asimilasi Covid-19 kembali melanggar hukum, maka hak asimilasinya dicabut, untuk mendapat remisi dihapus.***

Komentar

Loading...