22 Nelayan Aceh Dipulangkan

22 Nelayan Aceh Dipulangkan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | 22 nelayan asal Aceh, yang ditahan negara Myanmar akhirnya tiba di Bandara Sulthan Iskandar Muda, Senin, 15 April 2019. Kepulangan ini ikut didampinggi Kasubag Wilayah Dua Kementerian Luar Negeri, Direktorat Perlindungan WHI dan BHI, Neni Kurniati. Dia mengatakan, 22 nelayan Aceh ditahan 6 Februari 2019 lalu, karena melakukan illegal fishing.

Katanya, kejadian tersebut harusnya menjadi pelajaran bagi para nelayan lainnya. "Untuk itu nelayan Aceh, harus mematuhi betul batas-batas ketika mencari ikan di laut. Karena bukan hanya daratan yang memiliki peraturan berlalu lintas, di laut juga begitu," jelasnya.

Sebenarnya, ada 23 nelayan yang terdampar di Myanmar. Namun dia mengatakan, satu lagi yang bertugas sebagai kapten kapal harus menjalani persidangan sehingga tak bisa pulang bersama temannya hari ini. “Masih ada satu lagi yaitu kapten kapal, dia harus menjalani persidangan. Harus kita patuhi juga, karena Myanmar memiliki peraturan sendiri. Kita berharap dapat segera dipulangkan,” harapnya.

Lain halnya dengan salah satu nelayan, Darwinsyah (40) mengatakan, dirinya dan teman teman tak sengaja masuk ke kawasan perairan Negara Myammar. “GPS kami rusak dan mati. Karena hanya mengunakan GPS biasa, bukan GPS canggih,” ungkapnya.

Katanya, sebelum ditangkap dia dan teman teman sempat terjadi aksi kejar mengejar dengan polisi laut Myammar. “Di saat kami melihat ada bot Myammar yang mengejar, kami merusaha mencoba untuk lari namun tiba-tiba mesin kami rusak. Kita tidak tahu bahwa masuk di Myanmar,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, selama ditahan. Para nelayan diperlakukan dengan sangat baik. “Prlakukan mereka baik, kami tidak pernah dipukul atau disakiti. Malah dikasih makan. Namun, kami tidak paham bahasa masyarakat Myanmar. Hingga tak dapat mengetahui apa yang dikatakan pihak Myanmar, baik atau tidak,” katanya dengan polos.

Sebelumnya, 6 Februari 2019 lalu, angkatan laut Myanmar menangkap Km Troya, kapal nelayan asal Aceh yang memasuki wilayah Khawthaung, Thanintharyi Region, Myanmar. Seorang kapten berserta 22 awak kapal kemudian ditahan. Karena dituduh telah melakukan illegal fishing.***

Komentar

Loading...