Breaking News

Redaksi

Provinsi Aceh, merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam catatan sejarah panjang, Aceh juga telah memberi kontribusi besar bagi perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Itu sebabnya, Presiden Ir. Soekarno memberi tempat khusus bagi Bumi Serambi Mekah ini sebagai; daerah modal bagi Indonesia.

Begitupun, Aceh juga menjadi daerah pergolakan panjang, baik melawan penjajahan Belanda maupun Jepang. Haru hiru catatan kelam itu pun terus berlanjut dengan pemberontakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI-TII) hingga Gerakan Aceh Merdeka (GAM), selama 30 tahun lebih.

Kondisi ini tak hanya menelan korban nyawa dan harta, tapi juga meluluhkan berbagai pranata sosial dan nilai kearifan lokal. Ditambah bencana dahsyat gempa dan tsunami, 26 Desember 2004, hingga membuka mata dunia internasional.

Namun, semua itu berakhir sudah, seiring terciptanya perdamaian antara Pemerintah Indonesia dengan GAM, 15 Agustus 2005 lalu di Helsinki, Finlandia.

Aceh, wilayah paling barat Indonesia, menatap dan membuka harapan baru, keinginan untuk bangun setara, maju bersama 33 provinsi lain di bumi nusantara.

Lahirnya Undang-Undang Pemerintah Aceh, Nomor: 11/2006, merupakan titik awal dari kebangkitan tersebut. Aceh diberi status sebagai provinsi khusus oleh Pemerintah Indonesia. Berbagai potensi dibangkitkan demi kemajuan pembangunan, menuju keadilan dan kemakmuran rakyat. Diantaranya pemberlakuan syariat Islam serta hadirnya partai politik lokal, selain dana otonomi khusus (otsus) dalam jangka waktu 20 tahun.

Hanya saja, berbagai persoalan sosial, budaya, hukum, ekonomi dan dinamika politik terus terjadi. Namun, pergesekan demi pergesekan itu, harus dipahami sebagai bagian dari proses dinamisasi dan transisi. Termasuk rehabilitasi psikologis pasca konflik bersenjata.

Seiring berjalannya waktu, posisi media pers (cetak, elektronik dan online) yang sebelumnya berada dalam tekanan para pihak yang berkonflik. Kini, mulai mendapatkan titik orbit yang lebih sehat dan elegan. Disisi lain, kondisi harmoni tersebut, semakin menuntut insan dan media pers lokal untuk lebih objektif dan profesional dalam mewartakan berbagai fakta, data dan peristiwa yang terjadi.
***
Hadir pertama kali, 16 Agustus 2016. MODUSACEH.CO, merupakan media online alternatif di Aceh. Posisinya, merupakan bagian tak terpisahkan dari Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, yang terbit mulai, 16 April 2003 silam serta Majalah INSPIRATOR, yang mulai beredar (edisi perdana), 20 Desember 2016.

Setelah melakukan beberapa kali perubahaan badan hukum, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku serta ketentuan Dewan Pers. Ketiganya kemudian berada pada satu payung hukum; PT. AGSHA MEDIA MANDIRI dengan AKTE PERUBAHAAN, Nomor: 14, tanggal 23 Mei 2018, yang dikeluarkan Ernalita SH (Notaris dan PPAT/PPAK) di Banda Aceh. Selanjutnya mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor: AHU-0011825.AH.01.02. Tahun 2018, tanggal 30 Mei 2018.

Kini, MODUSACEH.CO, terus berbenah diri, baik aspek kemampuan kualitas sumber daya manusia (wartawan) maupun perangkat teknologi yang dimilikinya.

Dalam menjalankan tugasnya, segenap jajaran redaksi dan wartawan MODUSACEH.CO, tetap berpegang teguh pada prinsip kredo: jurnalisme jalan tengah dan independen, mengedepankan azas praduga tak bersalah dan prinsip keseimbangan.

Selain itu, menjadikan Kode Etik Jurnalistik, Etika Pers, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 11 TAHUN 1966, TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERS serta UU UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999, TENTANG PERS sebagai roh dan nafas dalam berkarya.

Sebagai perusahaan pers lokal yang dikendalikan manusia baharu. Tentu, tak ada yang sempurna dari apa yang tersaji. Namun, niat dan tekad bulat untuk terus berbenah serta mengikuti berbagai kemajuan teknologi informasi serta regulasi yang ada. Komitmen MODUSACEH.CO tetap menjadi media online alternatif di Aceh. Tanpa kepentingan partai politik dan kekuasaan. Terima kasih. Wassalam.***

Penanggungjawab/Pimpinan Redaksi
H. Muhammad Saleh

Direktur Usaha
Hj. Agusniar

Penasihat Hukum
H. Burhanuddin Jalil, SH, MH

Editor
Joddy Fachri
Rizki Maulana

Wartawan
Muhammad Shaleh
Juli Saidi (nonaktif)
Azhari Usman
Zulhelmi (Bireuen)

Reporter
Indra BN (Simeulue)

Koresponden

Aceh Selatan
Sabang
Abdya
Nagan Raya
Takengon
Aceh Besar
Aceh Tenggara
Gayo Lues
Kuala Simpang
Pidie, Langsa
Bener Meriah
Aceh Utara
Lhokseumawe

Alamat Redaksi
Jalan T. Iskandar No 15, Beurawe, Kec. Kuta Alam, Banda Aceh, 23124
Telp (0651) 635322

Email
redaksi@modusaceh.co
modus_aceh@yahoo.com
redaksi.modusaceh@gmail.com
sirkulasi_modusaceh@yahoo.com
iklan_modusaceh@yahoo.com