Yatim Piatu Penderita Tumor Dinding Perut Butuh Uluran Tangan

Yatim Piatu Penderita Tumor Dinding Perut Butuh Uluran Tangan
Rajihat saat dijenguk oleh ketua BFLF Abdya, Nasrudin
Rubrik
Banda Aceh | Rajihat (13), bocah penderita tumor dinding perut itu hanya bisa pasrah dengan kenyataan pahit yang dideritanya. Di saat anak-anak seusianya sedang menikmati masa bermain dan bercengkrama dengan keluarga dan lingkungan, bocah asal Gayo Lues yang baru mengenyam pendidikan di bangku kelas satu SLTP Negeri 1 Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ini terbaring sakit.  Perihnya lagi, dia menjalani beban hidup ini tanpa kedua orang tuanya. Rajihat telah ditinggal pergi kedua orang tuanya yang lebih dulu menghadap Ilahi.

Berkat  bantuan masyarakat Gampong Rambong Kecamatan Setia, Abdya dan Blood For Life Foundation (BFLF) Abdya, Rajihat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZ) Banda Aceh, pada Minggu malam, (21/8//2016), untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

“Untuk sementara ini dia masih berstatus rawat jalan, dan tinggal di rumah singgah BFLF Banda Aceh, alamatnya di Jalan Pari Nomor 22 Lampriek Banda Aceh,” Ujar Asrol, Kepala Bidang Kesehatan BFLF Abdya, Senin (22/8/2016).

Asrol yang juga ikut mengantar Rajihat ke Banda Aceh berkisah, Rajihat, adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ayahnya, Alm. Bidin dan ibunya Almh. Muji  sebelum tinggal di Gampong Pantan Kela, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Setelah kedua orang tuanya meninggal, abangnya Selamat (18) pergi mondok ke pesantren Darul Ulumuddiniah Gampong Rambong, Kecamatan Setia, Abdya, sementara Rajihat tinggal bersama pamannya.

Tapi takdir berkehendak lain, tak lama kemudian sang paman juga pergi menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya  Rajihat ikut mondok bersama abangnya. “Sambilan mondok, Rajihat juga sekolah pada siang harinya, jaraknya tak jauh dari tempat dia mengaji, tapi selama tumor ini kambuh  dia tidak bisa pergi sekolah” tambah Asrol.

Menurut Asrol, sebelumnya Rajihat pernah dioperasi sekali. Letak tumornya tumbuh dekat dengan pembuluh darah. Indikasi tumor itu ada empat benjolan, satu telah diangkat saat dioperasi di BLU RSUD Teungku Peukan Abdya. Namun tiga lainnya harus diangkat di RSUD Zainoel Abidin, karena dua terletak di bagian perut satu lagi di samping kanan sisi perut. “Menurut dokter yang melakukan operasi pertama pada Rajihat, dia harus dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh,” jelas Asrol.

Asrol juga menjelaskan,  untuk biaya selama berada di Banda Aceh, warga Gampong Rambong patungan untuk menanggung biaya keberangkatan Rajihat ke RSUDZA Banda Aceh, yang di dampingi oleh abang kandungnya dan utusan dari pesantren tempat Rajihat dan abangnya menuntut ilmu, sementara kendaraannya menggunakan mobil operasi BFLF Abdya.

Oleh sebab itu, Asrol berharap bagi masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk bisa membantu biaya pengobatan Rajihat yang sangat butuh pertolongan, karena menurut Asrol selain abang kandung Rajihat hingga hari ini belum ada keluarga besar Rajihat yang membesuknya. “Kami sangat kasihan atas kondisi Rajihat saat ini,” ujar Asrol prihatin.*

Komentar

Loading...