Breaking News

Yang Ekonomis dari Kulit Kerbau

Yang Ekonomis dari Kulit Kerbau
Penulis
Editor
Rubrik

Meulaboh | Lima pekerja tampak sibuk mengolah kulit kerbau, Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (08/04/2018).

Sadi (25) misalnya, pria asal Sibolga, Sumatera Utara, terlihat sibuk mengaduk kulit kerbau dalam drum (kuali) yang dimasak agar kulit kerbau tersebut kenyal.

Pemilik usaha kulit kerbau, Robby (41) mengatakan, memasak kulit kerbau itu tergantung kulit kerbau jantan atau betina. Kalau jantan membutuhkan waktu masak 40 menit hingga satu jam. Sedangkan kulit kerbau betina tua, memakan waktu masak bisa lebih satu jam. "Kalau kulit kerbau betina muda itu lama masaknya, sama seperti kulit kerbau jantan," kata Robby, Minggu (08/04).

Lanjut Robby yang membuka usaha kerupuk jangek Sabena (selalu ada) sejak 2005, setelah dimasak lalu kulit kerbau tersebut dibersihkan. Misal membuang sisa lemak yang menempel di kulit kerbau serta membersihkan sisa bulu kecil yang masih nempel dengan pisau silet.

Sementara, bulu dasar kulit kerbau tersebut sudah lebih dulu dibuang sebelum kulit dimasak, termasuk darah yang lengket di kulit juga sudah dibersihkan. Lalu, kulit kerbau itu digantung guna dikeringkan. "Kalau cuaca bagus kulit kerbau langsung dicincang," ujar Robby, asal Sumatera Utara.

Kemudian, setelah kulit kerbau dicincang lalu dijemur selama kurang lebih tiga hari. "Kalau cuaca kurang bagus bisa lebih," tambah Robby.

Lanjut Robby, setelah kulit kerbau kering, kulit tersebut kembali direndam dengan air garam selama kurang lebih 10 menit, lalu dijemur lagi sekitar tiga jam. Setelah kulit kerbau kering, baru digoreng untuk dimasak jadi kurupuk.

Menurut Robby, untuk memenuhi bahan baku usaha home industri tersebut, Rabby mengambil kulit kerbau dari pasar hewan, Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya.

Dalam satu kilogram, Robby membayar Rp 20 ribu tiba di tempat. Tetapi untuk pemasok tertentu (langganan), Robby menjemput ke pasar hewan sendiri dalam jumlah banyak. Sedangkan pasar usahanya itu, sudah sampai ke Sumatera Utara (Medan) dan Sumatera Barat (Padang).

Jumlah kulit kerbau sudah kering yang dikirim ke Medan dan Padang, sebulan satu sampai dua ton. Dalam satu kilogram kulit kerbau kering, Robby menjualnya Rp 70 ribu. "Kalau siap goreng sampai Rp 150 ribu per kilogram," ujar Robby.

Sementara yang sudah digoreng, Robby menjual satu pak Rp 20 ribu isi 24 enceran seribu. Kemudian isi 20 enceran Rp 2.000.

Dalam menjalankan usahanya itu, Robby memperkerjakan lima orang untuk merebus dan membersihkan. Sedangkan untuk ngepak, pekerjanya tidak terikat, khususnya dari kaum perempuan. "Kapan ada waktu datang. Dalam satu pack dibayar Rp 700 rupiah," sebut Robby, Minggu (08/04).

Menurut Robby dalam satu bulan, ia menghasilkan dari bisnisnya itu Rp 20 juta, itu termasuk gaji karyawan.*

Komentar

Komentar ditutup.