Terkait Pernyataan Teuku Irwan Djohan

Wen Rimba Raya: Rakyat Aceh Sangat Tahu Parpol Pendukung Penista Islam!

Wen Rimba Raya: Rakyat Aceh Sangat Tahu Parpol Pendukung Penista Islam!
Wen Rimba Raya (Foto. Dok. Pribadi)

Banda Aceh | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Salahuddin Uno Provinsi Aceh, Marzuki AR atau akrab disapa Wen Rimba Raya, menanggapi pernyataan anggota Partai NasDem yang juga Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan, terkait usulan test (uji) baca Al-Quran bagi calon Presiden (Capres) RI pada Pilpres 2019 mendatang.

Sebelumnya, pernyataan itu disampaikan Irwan Djohan pada sejumlah media online di Banda Aceh.

Wen menilai, pendapat Irwan Djohan sebagai bentuk provokasi terhadap Prabowo, yang dibungkus dengan hak kebebasan berbicara dan berpendapat.

“Kami merasa pernyataan ini sengaja disebarkan ke publik, jelang kehadiran calon Presiden Prabowo Subianto ke Aceh, untuk memenuhi undangan Komite Peralihan Aceh (KPA) pada acara doa bersama peringatan 14 tahun gempa dan tsunami Aceh, 26 Desember 2018 di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh,” kata Wen melalui siaran pers yang dikirim ke media ini, Senin malam (24/12/2018).

Itu sebabnya, Wen Rimba Raya mengaku perlu mengeluarkan pernyataan tadi. “Dalam Islam kita diajarkan; kalau bersuci harus dengan air yang menyucikan dan jangan mengandung najis karena tak akan mungkin menjadi suci. Lantas bagaimana seorang tokoh politik menyampaikan itu ke publik tentang nilai Islam kepada masyarakat, sementara dia sebagai kader Partai NasDem, yang juga aktor rezim pendukung penista agama,” sindir Wen Rimba Raya.

Masih kata Wen. “Bahkan menganggap Perda Syariah tidak perlu. Mungkin karena rendahnya minat masyarakat Aceh untuk mendukung dan memilih calon Presiden Jokowi-Makruf Amin. Ini terlihat dari kedatangan Jokowi ke Aceh yang kurang sukses,” ujar Wen.

Menurut Wen Rimba Raya. Rezim pemerintah Indonesia saat ini memiliki seabrek kebijakan yang terkesan mendiskreditkan Islam. “Dan, Irwan Djohan sebagai kader Partai NasDem yang kebetulan diberi amanah sebagai Wakil Ketua DPR Aceh juga diam dan tak bereaksi ketika muncul kebijakan untuk mengatur suara azan yang dibatasi. Penghapusan hukum cambuk di depan umum. Satu kubu (koalisi) dengan Partai PSI yang sangat anti penerapan Perda Syariat dan Partai NasDem juga diam saja,” kritik Wen Rimba Raya.

Tak hanya itu, saat pembakaran bendera tauhid, Irwan Djohan yang juga wakil rakyat Aceh, tertutup mulut. “Padahal, pembakaran bendera tauhid sama dengan membakar akidah ummat Islam. Di rezim saat inilah, ulama mengalami kriminalisasi bahkan ditangkap,” jelas Wen Rimba Raya.

Karena itu, “provokasi” Irwan Djohan tersebut Capres Prabowo, dinilai Wen tak akan mempengaruhi dukungan dan suarat rakyat Aceh terhadap Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.

“Rakyat Aceh sudah sangat cerdas dalam memilih pemimpin untuk perubahan yang lebih baik. Kami melihat bangsa ini sedang menghadapi krisis di segala bidang, rakyat menjerit karena efek kebijakan pemerintah terhadap tingginya harga BBM dan harga bahan pokok melambung tinggi, lapangan kerja sulit, daya beli masyarakat menurun, ekonomi juga dikuasai aseng dan asing. Dalam beberapa tahun ini, kita menghadapi musibah dan bencana dimana-mana. Sebagai rakyat Aceh yang religius, kami yakin Allah SWT murka dan menegur kita semua. Termasuk pemimpin yang munafik,” ulas Wen Rimba Raya.

“Ke depan rakyat Aceh akan sangat teliti memilih calon legislatif dan eksekutif, dengan tidak memilih wakilnya dari partai yang terbukti tak berpihak ke umat Islam. Rakyat Aceh hanya berharap perubahan dibawah pemimpin baru hasil i’tima ulama yaitu; Prabowo-Sandiaga Uno. Demi kemaslahatan rakyat Aceh dan Indonesia umumnya,” kata Wen Rimba Raya di Banda Aceh, Senin malam (24/12/2018).***

Komentar

Loading...