Breaking News

Warga Suak Ribe Butuh Aliran Air Bersih PDAM

Warga Suak Ribe Butuh Aliran Air Bersih PDAM

Meulaboh | Masyarakat Gampong Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat sudah belasan tahun tidak merasakan air dari saluran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh. Warga di sana sudah mengalami hal tersebut pasca Tsunami 2004 silam, meski pipa saluran air telah dibangun NGO tahun 2007 namun tetap saja tidak berfungsi.

Sebagian besar warga di sana masih menggunakan sumur air tradisional, kualitas air yang tidak begitu higenis membuat masyarakat sering terkena penyakit kulit berupa gatal-gatal.

Namun, bagi mereka yang mempunyai uang lebih memilih untuk memakai sumur bor sebagai sumber air utama.

Kepala Lorong Bangka Bali, Gampong Suak Ribe, Surya mengatakan. 15 tahun warganya hanya menggunakan air sumur keruh, yang tidak layak dikonsumsi dan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka menginginkan adanya suplai air bersih dari PDAM agar bisa dipakai untuk kebutuhan.

“Sudah 15 tahun kita hanya menggunakan sumur tradisonal saja yang memakai cinci dari semen namun tidak baik airnya, keruh kemudian kita kerap mengalami gatal-gatal, saya sendiri pernah mengalaminya,” kata Surya, Rabu (12/6/2019).

Dikatakan, selama ini warga sudah mengeluhkan kondisi tersebut kepada pihak terkait. Padahal gampong tetangga mereka sudah teraliri air PDAM, pipa saluran yang dibangun tepat di bawah jembatan Suak Ribe di atas sungai di sana tidak bisa difungsikan sejak pertama ada, lantaran air tidak bisa mengaliri pipa yang posisi naik dan turun kedudukannya, begitu pula tenaga air yang kurang.

“Kita sangat berharap untuk bisa dialiri air dari PDAM, bahkan dari catatan yang ada di gampong, kami diakui pernah menunggak dalam pembayaran, mungkin karena pipa yang dibangun tidak memungkinkan untuk dialiri air,” tuturnya.

Surya meyakini jika PDAM bisa memperbaiki saluran pipa air itu, warganya sangat bersyukur dan bisa menikmati air bersih tanpa harus terkena lagi penyakit gatal-gatal jika tingkat keruh air sumur semakin parah.***

Komentar

Loading...