Breaking News

Warga Simeulue Ragukan Kualitas Bangunan Jembatan Simpang Kantor Bupati

Warga Simeulue Ragukan Kualitas Bangunan Jembatan Simpang Kantor Bupati
Jembatan. Foto: MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Indra BN, Koresponden Simeulue
Topik

Simeulue | Proyek pembangunan jembatan dengan nilai kontrak Rp 1.693.468.000,00 berlokasi di Desa Air Dingin Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, yang dikerjakan CV Pinang Mas, diragukan kualitasnya. Pasalnya, Abutmen (bagian bawah tumpuan struktur jembatan) yang dipakai kontraktor terlihat masih menggunakan Abutmen lama.

Sontak, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja (APBN) Tahun 2018 itu menuai sorotan dan kritikan masyrakat setempat. Sala satunya datang dari Hardiman, warga Simeulue Timur. Dirinya mempersoalkan kontruksi dasar jembatan yang diperkirakan telah berumur puluhan tahun itu.

Alasanya, bobot lantai dikawatirkan tak seimbang dengan kondisi struktur bawah. Lewat media sosial facebook, ia menyentil dengan postingan status seperti ini. “Jembatan depan simpang kantor Bupati Simeulue sekitar 1,7 M, apakah hanya untuk lantai saja abutmen dan lining masih yang lama. Abutmen jembatan tersebut dibangun periode 80 an atau 90 an. Ibarat seorang kakek menggendong anak muda yang padat dan berisi,” tulis Hardiman.

Status facebook Hadirman. Foto: Dokumen MODUSACEH.CO

 

Dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Jumat (11/5/18), Hardiman membenarkan cuitanya di facebook dengan nama akun Sri Hardiman Diman  itu. Dia mengaku prihatin dengan kondisi bangunan jembatan. Dia berharap mucul jawaban dari rekanan maupun instansi kompeten yang membidangi. Tujuanya agar jelas dan terang benderang.

“Selaku masyarakat, saya ingin tahu dengan ril item pembangunan jembatan yang bersumber dari uang negara. Maka itu saya buat status di facebook. Coba lihat Abutmen bukan dibangun baru, lining juga terkesan seperti dipoles agar terlihat sempurnah. Apa memang seperti itu Rab kontraknya. Dan saya pikir selaku masyarakat tidak berlebihan kalau saya katakan, kita punya hak memantau dan mengawal," ungkap Hardiman.

Tak hanya itu, hal senada juga diutarakan anggota DPRK Simeulue, Darmili. Menurut mantan Bupati Simeulue ini, setiap proyek yang berasal dari uang negara harus diawasi. Itu sebabnya, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera memeriksa. "Saya juga mendegar dan membaca informasi itu. Masa cuma ganti lantai saja mahal sekali. Ada apa,” tanya Darmili heran.

Menindaklanjuti hal itu, Ia juga berencana akan membahas masalah tersebut di komisi DPRK Simeulue. “Jika nanti ada surat atau mandat dari Ketua DPRK, saya akan laksanakan, kalau ada kolusi, ya harus kita ungkap tidak boleh diam, apalagi pers," tandasnya.

Sementara kontraktor pelaksana Pol SM yang dihubungi wartawan MODUSACEH.CO melalui sambungan seluler beberapa hari lalu, mengatakan pembangunan proyek yang dikerjakannya sudah mengacu pada kontrak kerja. Yaitu hanya pergantian lantai, Sedangkan Abutmen, tutur Pol, tak masuk dalam pekerjaan.

Anggaran bersumber dari APBN 2018

 

Anehnya, saat media ini coba meminta kopian kontrak, kuasa direktur CV Pinang Mas itu enggan memenuhi, dalihnya, tak mungkin diberikan. “Pekerjaan kita cuma ganti lantai saja, disini kita cuma pelaksana, ada pengawas dan PPK. Jadi apa yang diperintahkan, itu yang kita kerjakan, untuk lebih jelas, secara tehnis silakan tanya ke konsultan pengawas," jelas Pol SM.

Pernyataan yang sama juga lahir dari Perusahaan Konsultan Pengawas yakni PT Daya Kreasi Mitrayasa. Lantai jembatan dikerjakan tanpa mengganti abutmen sesuai perencanaan, itu subtansi yang disampaikan Irwan selaku pengawas saat dihubungi melalui telepon.

Meski begitu ia mengatakan, addendum sempat dilakukan. Jika awalnya aspal jalan jembatan tadi dua lapis, dikurangi jadi satu lapis. Volumenya ditambahkan untuk membangun lindungan sumuran. Ditanyai lebih detail, layak apa tidaknya abutment, katanya masih, cuma lantai yang rapuh. Menyangkut kontrak, ia juga keberatan membeberkannya.

“Kita kan pengawas, tentu bekerja sesuai perencanaan, RAB dan DID. Yaitu pergantian lantai bukan pergantian jembatan. Namun ada tambahan pekerjaan untuk melindungi sumuran supaya tidak tergerus, makanya dilakukan addendum dengan mengurangi aspal lantai jalan, dari dua lapis menjadi selapis. Jadi tolonglah, saya sudah memperjuangkan ini bahkan untuk tahun depan kita perjuangkan sebanyak 79 miliyar, nanti yang rugi masyarakat Simeulue sendiri. Jadi tolong yang jelek jelek jangan diapakan tolong ditutupi,” pinta Irwan pada media ini.

Sayangnya, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Simeulue, Breuh Firdaus, tak berhasil dikonfirmasi. Nomot handphone pribadinya juga tak aktif. Menurut salah seorang pegawai Dinas PU, Kabid Bina Marga saat ini sedang berada diluar daerah.

Komentar

Loading...