Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Warga Simeulue Keluhkan Harga Minyak Tanah

Warga Simeulue Keluhkan Harga Minyak Tanah
Camat Kecamatan Simeulue Timur bersama instansi terkait meninjau langsung ke lokasi. Foto: MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Kontributor Simeulue

Simulue | Persoalan minyak tanah yang melanda Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, tampaknya hingga saat ini belum juga tuntas. Kendati bersubsidi, nyatanya memperoleh minyak tanah di Simeulue tak semudah yang dibayangkan. Selain dikabarkan sulit, harga pun melewati Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kondisi tersebut disampaikan Tamrin K, salah seorang warga Desa Kota Batu Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue. Tamrin mengaku terpaksa harus membeli minyak tanah dengan harga Rp 4000 perliter, yang disalurkan Agen Resmi Penyalur Minyak Bersubsidi (AMPS) ke desanya. Padahal harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 3.325 perliter.

Merasa dirugikan dengan kondisi tersebut, ia bersama puluhan kepala keluarga (KK) di desanya mengaduhkan hal itu ke Pemerintah Kecamatan. Surat pun akhirnya dilayangkan. Isi surat protes tersebut yaitu;

“Sehubungan dengan surat Bupati Simeulue, tentang kebijkan minyak tanah bersubsidi dengan harga HET Rp 3.325,- untuk wilayah Simeulue Timur, mengapa kami masyrakat Desa Kota Batu harus membayar dengan harga Rp 4000 perliter. Kami masyarakat kecil merasa dirugikan dan meminta bapak camat untuk menindaklanjutinya. Disini turut kami bubuhkan lampiran tanda tangan masyarakat,” begitu kurang lebih isi surat warga Kota Batu Kecamat Simeulue Timur, yang diwakili Tamrin K.

Safwan, pemilik agen resmi AMPS simeulue.

 

Tak menunggu lama, surat keberatan itu akhirnya ditindaklanjuti oleh Camat Simeulue Timur, dengan turun langsung ke lapangan bersama sejumlah instansi terkait untuk menanyakan kepada masyarakat. Ternyata hsilnya benar. Penjualan minyak yang dilakukan AMPS di Kota Batu beberapa hari lalu diatas harga HET.

“Kita mendapat laporan dari masyarakat Desa Kota Batu, Kecamatan Simeulue Timur, di desa mereka, agen menjual minyak tanah kemarin diatas harga yang ditetapkan. Mengeluh dan keberatan itu subtansi yang disampaikan. Lalu, hari itu juga tanggal 6 mei 2018 kita bersama instansi terkait kelapangan, dari keterangan masyrakat kita memperoleh informasi ternyata minyak tanah dijual penyalur, dengan harga 4000 perliter.” Ujar Dodi Juliardi Bas Camat simeuleu Timur.

Prihatin adanya indikasi permainan, ia melakukan koordinasi dengan Kadisperindag Simeulue Ir. Ibnu Abas, Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) Sahirman, SE, dan sejumlah instansi lain seperti Fikrianto ST (pegawai dinas PU Simeulue, dan sejumlah awak media. Rapat berlangsung di Kantor Disperindag setempat.

“Kita sepakat bersama-sama turun kelapangan. Alhamdulillah, tadi informais kita dapat dari warga Desa Kota Batu, harga minyak tanah hari ini sudah kembali normal, moga untuk desa lain juga begitu,” tutur Dodi, 9/5/2017.

Secara terpisah, agen resmi AMPS Simeulue Safwan, membantah menaikan harga. Kepada MODUSACEH.CO, ia mengatakan Rp 4000 yang dibayarkan masyarakat itu kemungkinan penggenapan uang dari 3.325 rupiah, dengan cara menambah minyak tanah ke setiap masyarakat. Artinya dari 10 liter minyak tanah dilebihkan untuk menggenapkan uang 4000 rupiah.

Camat setempat melakukan koordinasi dengan instansi.

 

“Saya sudah tanyakan ke anggota saya, apa benar menjual minyak tanah ke masyarakat Rp 4000 perliter, kata anggota saya tidak, yang ada penggenapan uang dari Rp 3.3250 rupiah menjadi Rp 4000 dengan menambahkan minyak tanah lebih dari 10 liter ke masyarakat,” ungkap Safwan.

Namun begitu, ia mengaku saat ini masih kewalahan lantaran kecilnya jumlah ton penebusan ke pertaminan. Pasalnya, pertamina cabang Simeulue, hanya mengeluarkan perhari maksimal 20 ton. Melalui MODUSACEH.CO, Safwan juga meminta pemerintah daerah (Pemda) bersama DPR Kabupaten Simeulue, untuk mencari solusi agar kuota minyak yang dikeluarkan setiap hari oleh Pertamina dapat lebih dari 20 ton perhari.

“Data yang kami peroleh, penduduk Simeulue saat ini bertambah bahkan jumlahnya ribuan. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, otomatis kebutuhan minyak tanah perharinya juga meningkat. Bagaimana kita bisa maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh Kabupaten Simeulue, jika Pertamina hanya memberikan jatah 20 ton perhari. Padahal kuota kita sudah dinaikan dari 230 ton menjadi 250 ton perbulan, tapi kitirnya atau aturan pengeluarannya tetap saja dibuat oleh pertamina. Kita harap ada solusi oleh Pemkab. Saya yakin, kalau dikeluarkkan perhari 30 ton, tidak ada lagi persoalan keributan soal minyak tanah inim," jelas Safwan meyakinkan.

Komentar

Loading...