Breaking News

Gelar Demo Hingga Menjelang Buka Puasa

Warga Kota Banda Aceh Mengeluh

Warga Kota Banda Aceh Mengeluh
Mirna /MODUSACEH
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Mirna/Banda Aceh

Banda Aceh | Aksi demo yang digelar mahasiswa dan pemuda Aceh Selatan yang tergabung dalam Gerakan Tolak Tambang (GaToT), menuntut pertambangan di Manggamat Kluet Tengah,  Aceh Selatan, berlangsung di Bundaran Tugu Simpang Lima Banda Aceh, Selasa sore (30/5/2017). Namun aksi ini mendapat cibiran dari masyarakat yang melintasi jalan tersebut.

Itu dikarenakan masyarakat merasa terganggu atas dengan kemacetan akibat ditutupnya jalan bundaran Simpang Lima oleh pihak keamanan. Tujuanya, mengamankan para mahasiswa yang sedang melakukan aksi.

Rauza salah satu pengendara motor yang memanggil wartawan MODUSACEH.CO, diparkiran ketika acara selesai dan hendak pulang.

"Kakak Wartawan ya?, Kak tolong sampaikan kepada pihak pendemo jika membuat aksi tolong jangan sampai mengganggu masyarakat yang lain," protesnya.

Ia mengatakan seharusnya para mahasiswa itu harus lebih pintar jika ingin memprotes kinerja pemerintahan. Kenapa tidak langsung ke tempat atau instansi terkait sehingga tidak mengganggu masyarakat yang lain seperti ini.

"Saya dari arah Peunayong, seharusnya setelah lampu merah tinggal memutar Bundaran Simpang Lima untuk pulang ke rumah, tapi karena jalannya ditutup, saya dan masyarakat yang lain harus jalan terlebih dahulu ke arah putaran di depan Kantor DPRA dan melewati satu lampu lalulintas lagi yang macetnya Subhanallah, mana sudah mau buka puasa," ungkapnya dengan kesal saat diwawancarai media ini, Selasa (30/5/2017).

Memang dari pantauan MODUSACEH.CO banyak masyarakat yang mencibir dan protes ketika hendak melewati Bundaran Simpang Lima. Bahkan polisi sempat beberapa kali kecolongan, karena ada beberapa pengendara yang dengan kesal menerobos penutupan jalan tersebut.

Ada pun aksi yang dimulai sekitar pukul 16.45 WIB hingga 18.00 WIB tersebut menuntut pemerintah agar mendesak Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk segera menurunkan tim monitoring ke daerah Pertambangan Aceh Selatan. Selain itu mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh untuk mencabut izin perusahaan-perusahaan pertambangan yang ada dikawasan Kluet Tengah, Sawang dan Pasie Raja.

Selanjutnya, mereka juga menuntut perusahaan tambang untuk merahabilitas kembali dampak kerusakan lingkungan di daerah tersebut dan mendesak pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota agar memerintahkan perusahaan untuk segera menarik semua alat berat dan penunjang operasional tambang tersebut.

"Jika tuntutan kami tidak didengar, maka segala sesuatu yang terjadi nantinya adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh," ungkap beberapa mahasiswa dalam orasinya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...