Dugaan Pungli Oknum PDAM Banda Aceh

Warga Diminta Biaya Pemasangan Baru di Atas Ketentuan

Warga Diminta Biaya Pemasangan Baru di Atas Ketentuan
Koran Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sejumlah oknum petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Banda Aceh, Cabang Teuku Umar diduga ‘memainkan’ praktik pungli dalam pemasangan sambungan baru di tahun 2017. Itu diketahui dari pengakuan warga di Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Selasa (30/10/18).

Pelanggan air bersih PDAM Banda Aceh berinisial F mengaku, diminta biaya pemasangan Rp. 1,2 juta. Ceritanya, di tahun 2016 lalu dia bersama dua tetangganya mengajukan pemasangan baru pada PDAM Tirta Daroy Cabang Teuku Umar. Permohonan itu dilakukan dengan menggunakan sistem permohonan langsung, dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan membayar uang pendaftaran Rp. 26.000. “Permohonan kami diterima dan dilakukan kroscek ke lapangan. Nah, saat itulah diminta untuk membayar kembali. Ada yang Rp 1,2 juta. Bahkan, yang saya dengar ada yang sampai Rp 2 juta,” ungkap F pada media ini.

Dia juga tidak mengetahui, berapa sesungguhnya biaya pemasangan baru. Sebab, saat mendatangi PDAM Tirta Daroy Cabang Teuku Umar, petugas menjelaskan jika biaya pemasangan baru sekitar Rp 1,2 juta.

Pengakuan pria tadi berbanding terbalik dengan biaya resmi pemasngan baru pelanggan PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Pengaturan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 12 Tahun 2008 tentang penetapan tarif air minum PDAM Tirta Daroy, dan Surat Keputusan (SK) Direrktur PDAM Tirta Daroy Banda Aceh Nomor :PEG.570A/10/PDAM/2008.

Dalam SK tersebut disebutkan, biaya pemasangan sambungan baru, pergantian Weter Meter atau penyambungan kembali dikenakan biaya sebesar Rp. 850 ribu untuk rumah dan Rp. 950 ribu untuk pemasang di toko.

Direktur PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, Teuku Novizal Aiyub mengatakan. Tarif pemasangan baru PDAM tergantung pada hasil survey di lapangan yang disertai Rencana Anggaran Biaya (RAB) resmi. Dia meminta para calon pelanggan untuk datang ke kantor terdekat tidak melalui oknum.

“Agar tidak terjadi hal-hal yang di luar ketentuan, diminta kepada calon pelanggan untuk memasang baru langsung ke kantor pelayanan PDAM. Tidak melalui oknum. Tidak ada yang datang ke kita untuk minta dikembalikan,” tegas Teuku Novizal Aiyub singkat pada media ini, melalui WhatsApp.***

Komentar

Loading...