Gempa Susulan Kerap Terjadi

Warga Belum Berani Tinggal di Rumah

Warga Belum Berani Tinggal di Rumah
detiknews.com
Rubrik

Pidie Jaya | Untuk mengantispasi terjadi gempa susulan, sejumlah warga Pidie Jaya hingga kini berlum berani tinggal di rumah mereka masing-masing, terutama pada malam hari. "Untuk sementara warga masih bertahan di kamp penggusian. Mereka tidak berani pulang ke rumah, selain kondisi rumah rusak berat dan ringan, juga takut terjadi gempa susulan," Kata Fauzi Daud, Sekretaris Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya pada MODUSACEH.CO sore tadi.

Kekhawatiran serupa juga di ungkapkan,  Basri (40), warga Desa Peurade Kecamatan Trieng Gadeng. Dia mengaku belum berani tidur dirumah pada malam hari.  Bahkan sebagian warga saat ini, tinggal ditempat keluarganya kawasan daratan tinggi. "Kami terpaksa tinggal keluarga pada waktu malam, ada juga yang mencari tempat lebih aman takut nanti terjadi gempa susulan disertai gelombang tsunami," kata Basri warga setempat, Senin, (12/12/2016).

Menurut Basri,  warga saat ini masih waspada, seiring sering terjadi gempa yang dirasakan. Bahkan sejak pagi hingga malam,  warga masih merasakan getaran gempa. "Warga masih merasakan gempa. Kadang-kadang berat, kadang ringan. Tapi tetap waspada takut terjadi gempa susulan," paparnya.

Memang, sejak gempa 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, (7/12/2006), telah terjadi 88 gempa susulan. Namun menurut data BMKG, kuantitas gempa susulan semakin menurun. Menurut keterangan tertulis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (12/12/2016) terjadi satu kali gempa di Aceh dini hari tadi. Gempa tersebut berkekuatan M=3,5 pada kedalaman 10 km dengan episenter pada jarak 28 tenggara Banda Aceh. "Ada dugaan segmen Sesar Seulimeum yang menjadi pembangkit gempa ini, sehingga gempa bumi ini bukan merupakan gempa susulan Pidie Jaya. Gempa ini kekuatannya relatif kecil sehingga tidak membahayakan dan tidak berdampak signifikan di permukaan," kata Kabid Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini BMKG Daryono lewat keterangan tertulis.

BMKG mencatat setelah gempa pertama pada Rabu (7/12) ada 48 kali gempa susulan, kemudian pada Kamis (8/12) sebanyak 17 kali, lalu pada Jumat (9/12) sebanyak 9 kali, Sabtu (10/12) sebanyak 7 kali, dan Minggu (11/12) sebanyak 7 kali. Untuk sementara pada hari ini belum ada gempa yang dikategorikan sebagai susulan tercatat. "Belum munculnya gempa susulan di Pidie Jaya sejak dini hari tadi hingga Senin pagi ini menggambarkan frekuensi gempa susulan harian yang terus meluruh. Harapan kita proses release (pelepasan, -red) energi di zona gempa Pidie Jaya segera berakhir hingga kondisi tektonik menjadi stabil," papar Daryono.*

Laporan Khairul Anwar dari Pidie Jaya

Komentar

Loading...