Breaking News

Rencana Pergantian Sayid Fadhil dan Reaksi Forum Keuchik

Walikota Sabang: Tugas Bangun Gampong, Kepala BPKS Bukan Atasan Keuchik!

Walikota Sabang: Tugas Bangun Gampong, Kepala BPKS Bukan Atasan Keuchik!
Walikota Sabang Nazaruddin (Foto. dok. MODUSACEH.CO)
Rubrik

Sabang | Walikota Sabang, Nazaruddin S.Sos atau akrab disapa Tgk Agam menegaskan. Tugas keuchik membangun dan mengawasi masyarakat serta pembangunan gampong atau desa. Karena itu, jangan terlalu jauh masuk pada persoalan atau rencana pergantian Kepala BPKS Sabang yang kini masih dipegang Sayid Fadhil.

Apalagi sebutnya, masih banyak tugas yang harus dibenahi dan selesaikan oleh keuchik di tingkat gampong untuk mensejahterakan masyarakat. “Atasan keuchik itu saya, Walikota Sabang, bukan Kepala BPKS. Karena itu, saya ingatkan para keuchik jangan terlalu jauh masuk ke dalam masalah BPKS. Itu bukan tupoksi mereka,” tegas Tgk Agam, menjawab media ini, Selasa malam (15/1/2019).

Kata Tgk Agam keputusan atau rencana pergantian Kepala BPKS Sabang Sayid Fadhil telah dilakukan sesuai aturan. Dimulai dari evaluasi dari anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPKS kepada Dewan Kawasan Sabang (DKS) yang dipimpin Gubernur Aceh.

“Kami (Walikota Sabang, Bupati Aceh Besar dan Plt Gubernnur Aceh) sudah duduk bersama, mempelajari dengan seksama semua laporan evaluasi dan kinerja Sayid Fadhil. Termasuk pemberitaan dari media pers. Lalu kami berkesimpulan sudah saatnya Sayid Fadhil kita berhentikan secara hormat,” ungkap Tgk Agam. Dia juga menginggatkan bahwa, saat pelantikan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ada menegaskan bahwa, kepemimpinan Sayid Fadhil akan dievaluasi setiap enam bulan atau satu semester kerja," jelasnya.

Sebelumnya atau, Jumat (10/1/2019) lalu, sejumlah keuchik yang tergabung dalam Forum Keuchik se-Kota Sabang, menjumpai Kepala BPKS Sabang, Sayid Fadhil. Ini terkait rencana penggantian Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), oleh Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS), Nova Iriansyah.

Forum Keuchik se-Kota Sabang ini, dipimpin Adnan Hasyim (Ayah Nan), dan 18 Keuchik dari seluruh Gampong di Sabang. “Kami mempertanyakan apa pasalnya sehingga Sayid Fadhil harus diganti, apalagi belum pada waktunya,” kata Adnan Hasyim, menanggapi isu rencana penggantian Kepala BPKS oleh Ketua DKS.

Selain itu kata Adnan Hasyim, kalau memang Sayid Fadhil melakukan kesalahan, Ketua DKS terlebih dahulu melakukan pemanggilan, bukan hanya mendengar dari sebelah pihak saja. “Untuk itu, masyarakat dan Forum Keuchik mempertanyakan, pernahkah Ketua DKS memanggil Kepala BPKS untuk menanyakan kinerja BPKS, jika tidak apa pasal Ketua DKS menggantikan Kepala BPKS. Jika kepala BPKS tetap diganti itu kesalahan yang dilakukan oleh Ketua DKS dan kroninya,” ungkap Ayah Nan.

Menurut dia, Kepala BPKS telah menunjukan kinerja yang sangat baik bahkan, melebihi pimpinan-pimpinan BPKS lain sebelumnya. Sayid Fadhil, satu-satunya Pimpinan BPKS yang berani membongkar kerak hitam dalam tubuh BPKS yang sekian lama sudah menjamur.

Selain itu kata Ayah Nan, kehadiran para keuchik untuk menemui Kepala BPKS dan bertanya tentang janjinya pada pertemuan sebelumnya, untuk membangun Sabang.

Di akhir pertemuan itu, Forum Keuchik Kota Sabang sepakat mempertahankan Kepala BPKS Sayid Fadhil apa pun alasannya. Bahkan masyarakat Sabang siap turun mempertahankan jabatan Kepala BPKS Sayid Fadhil. “Kami meminta kepada Sayid Fadhil, agar terus bekerja tidak perlu takut digantikan, karena baru Sayid Fadhil yang mau mendekati diri dengan masyarakat Sabang,” kata Edi Keuchik Gampong Ie Meulee.

Menanggapi tantangan itu, Walikota Sabang Nazaruddin kembali menegaskan. “Atasan keuchik itu saya. Dan, pimpinan wilayah Sabang itu juga saya. Karena itu saya ingatkan, jangan bermain politik soal rencana pergantian Kepala BPKS Sabang. Jika tidak mematuhi, tentu ada sanksi,” sebut Ketua DPW Partai Aceh (PA) Sabang ini.

Menurut Tgk Agam, dari 18 keuchik yang ada di Sabang, enam diantaranya telah menghubungi diri dan minta maaf. Katanya, mereka tidak tahu jika diundangkan untuk membicarakan masalah tersebut. “Jadi, beberapa keuchik mengaku pada saya, mereka dijebak. Tapi saya katakan, ndak masalah dan bekerjalah sesuai dengan tugas dan tupoksi keuchik,” ucap Tgk Agam mengingatkan.***

Komentar

Loading...