Breaking News

Garuda Hentikan Terbang ke Sabang

Walikota: Itu Keputusan Sepihak!  

Walikota: Itu Keputusan Sepihak!  
Walikota Sabang Nazaruddin (Foto: google.com)
Rubrik
Sumber
Kontributor Sabang

Sabang | Walikota Sabang Nazaruddin menegaskan. Keputusan manajemen Garuda Indonesia menghentikan jalur penerbangan Kuala Namu (Sumatera Utara)-Sabang (Provinsi Aceh), adalah keputusan sepihak. “Tanpa alasan yang jelas, sebelumnya kita subsidi, kok tiba-tiba dihentikan,” kata Nazaruddin.

Menurutnya, jika alasan mereka rugi. Ini tidak selamanya tepat. Sebab, tahun lalu (2017), 50 persen seat atau kursi terisi, sementara pada tahun 2018 berjalan, jumlahnya naik menjadi 65 persen. “Kalau alasannya rugi, berapa mereka rugi. Sebab, andai kursi terisi 100 persen pun, juga tetap diakui rugi. Karena itu, kenapa dari awal mau masuk ke Sabang,” gugat Nazaruddin.

20180916-pendaratan-garuda-di-sabang

Foto: google.com

Saat ditanya kepada Kantor Perwakilan Garuda di Banda Aceh, kata Walikota Sabang, mereka menjawab sudah keputusan pusat. “Karena itu, kami sudah surati pimpinan Garuda Pusat di Jakarta dan 24 September 2018, kami akan duduk serta bertemu dengan Kementerian Parisiwata RI, membahas masalah ini bersama,” jelas Nazaruddin.

Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia menghentikan jadwal penerbangan pulang pergi dengan pesawat ATR 72-600 dari Kuala Namu, Sumatera Utara, ke Sabang, Aceh. "Secara resmi pada 14 September 2018 Manajemen Garuda Indonesia menutup jadwal penerbangan dari Kuala Namu-Sabang dan Sabang-Kuala Namu," kata Branch Manajer Garuda Indonesia Sabang Zulkarnain Kadri di Sabang, Sabtu.

Zulkarnain menyatakan, penutupan jadwal penerbangan sementara ini berkaitan dengan keputusan manajemen dan sejalan dengan program restrukturisasi rute. "Hal ini terpaksa kami lakukan, mengingat masih rendahnya tingkat isian penumpang pada rute Kuala Namu-Sabang dan sebaliknya," kata dia.

"Tingkat isian penumpang pada penerbangan tersebut tidak optimal untuk memenuhi daya," tambah Branch Manajer Garuda Indonesia Sabang.

Zulkarnain menjelaskan, pada kurun Januari hingga Juli 2018 tingkat isian penumpang penerbangan dari Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumut, tujuan Bandara Internasional Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh kurang dari 65 persen. "Pada Januari hingga Juli 2018 isian penumpangnya selalu di bawah 65 persen atau rata-rata 40 penumpang, sementara kapasitasnya 70 penumpang," katanya.

Maskapai Garuda Indonesia dengan pesawat ATR 72-600 terbaru berkapasitas 70 penumpang, semua kursi kelas ekonomi, mulai melayani penerbangan Kuala Namu-Sabang dan sebaliknya, Februari 2015.

Penerbangan Kuala Namu Sabang saat itu resmikan bersama-sama oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara A Dwi Putranto, dan Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, dan di Bandara Maimun Saleh, Sabang.***

 

Komentar

Loading...