Pelantikan Pengurus HMI Cabang Banda Aceh Periode 2019-2020

Wali Kota: HMI Harus Mengambil Peran Penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh

Wali Kota: HMI Harus Mengambil Peran Penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh
Pelantikan Pengurus HMI Cabang Banda Aceh (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)
Penulis
Sumber
Humas Pemko Banda Aceh

Banda Aceh | Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banda Aceh untuk mengambil peran secara nyata dalam penegakkan syariat Islam di Kota Banda Aceh. “HMI harus mengambil peran dalam penegakan syariat Islam di kota ini. Tidak perlu segan segan, sampaikan masukan ke Pemko. Penegakan syariat Islam di Banda Aceh harus menjadi barometer,” harap Aminullah.

Ini disampaikan Aminullah pada pelantikan pengurus HMI Kota Banda Aceh periode 2019-2020, Jumat (29/3/2019) di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh. Kata Aminullah, HMI merupakan organisasi mahasiswa yang dihuni oleh intelektual intelektual muda. Mereka harus mampu membawa perubahan untuk kemajuan Banda Aceh.

Itu sebabnya kata Aminullah, kader HMI tidak bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena peluangnya sangat kecil yang diterima, mengingat perbandingan jumlah lulusan sarjana lebih besar daripada lowongan yang tersedia.

“Mulai sekarang ubah pola pikir, jangan kuliah dengan cita cita utama menjadi PNS. Tapi berpikirlah lebih maju dengan menjadi entrepreneur yang membuka lapangan usaha sendiri,” kata Aminullah. Diungkapkannya, peluang menjadi PNS saat ini sangat kecil sekali. Seperti di Banda Aceh, setelah dilakukan moratorium tidak menerima PNS selama 10 tahun, baru tahun 2018 lalu dibuka kembali lowongan dengan formasi yang disediakan hanya 273.

“Setelah moratorium selama 10 tahun, baru tahun lalu kita buka kembali lowongan. Itupun hanya 273 formasi, kecil sekali kesempatan menjadi PNS,” ungkap Aminullah. Karenanya, Wali Kota meminta HMI mendorong kadernya memiliki jiwa entrepreneurship agar mampu membuka lapangan kerja dan membantu pemerintah menekan angka pengangguran.

“Buat program program untuk mendorong kader memiliki jiwa entrepreneur, Pemko akan mendukung dan siap bersinegi,” ujar Wali Kota. Kata Aminullah, saat ini angka pengangguran di Banda Aceh masih berada di angka 7,44 %. Jauh lebih bagus dari tahun 2016 yang berada di angka 12 %. Begitu juga angka kemiskinan yang saat ini menurun menjadi 6,78 %. Menurut Aminullah, angka ini masih bisa diturunkan lagi, salah satu caranya dengan memperbanyak membuka lapangan kerja. Karenanya, program melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda menjadi salah satu solusi.

“Jangan takut berwirausaha, jangan terlalu khawatir darimana modalnya. Untuk memulai, mungkin nanti bisa kalian dapatkan dari MMS, lembaga keuangan syariah yang sudah kita dirikan untuk membantu usaha kecil,” ujar Aminullah yang juga Ketua Umum MES Provinsi Aceh ini. Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga meminta HMI Kota Banda Aceh bersinergi dengan Pemko terkait penegakan syariat Islam.

HMI Kota Banda Aceh periode 2019-2020 dipimpin oleh Mutawaliannur sebagai Ketua Umum dan Irham Maulana sebagai Sekretaris Umum. Selain keduanya, juga dilantik pengurus Korps HMI-WATI (KOHATI) dan pengurus Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) HMI Banda Aceh.

Turut hadir pada kegiatan pelantikan ini sejumlah mantan HMI dan tokoh tokoh Aceh, seperti Hasbi Abdullah, Prof Samsul Rizal, Darni M Daud, Azhari Basyar, Presidium KAHMI Banda Aceh, Muhammad Saleh dan sejumlah tokoh lainnya.***

Komentar

Loading...