Breaking News

Terkait Kasus Korupsi Dermaga CT-3 Sabang

Wakil KPK Saut Situmorang: Diawali PL dan Ada Aktor Besar!

Wakil KPK Saut Situmorang: Diawali PL dan Ada Aktor Besar!
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengungkapkan. Pihaknya terus mendalami dan mengembangkan siapa saja yang terlibat  dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga bongkar muat CT-3, Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) tahun anggaran 2006-2011. Termasuk adanya kemungkinan keterlibatan aktor besar. Itu dilakukan setelah menetapkan PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka dalam dugaan kejahatan korporasi.

“Kemungkinan tersangka baru dan aktor besar selalu ada karena kasus itu terus berkembang. Kalau ditanya siapa? Saya tidak bisa jawab,” jelas Saut Situmorang kepaada MODUSACEH.CO, terkait kemungkinan adanya aktor besar dibalik dugaan korupsi BPKS, di Gedung Serba Guna Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (26/4/18).

Menurut Saut Situmorang, pengerjaan proyek tersebut diawali dengan proses penunjukan langsung (PL). Nah, setelah penetapan PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka, pihaknya akan membuktikan ada kerugian negara yang dinikmati dua korporasi tersebut. “Dengan penunjukan langsung (PL) ada kerugian negara. Karena ada kerugian negara yang masuk pada kedua korporasi tersebut, makanya itu yang mau kita ambil,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Saut, dari penunjukan langsung (PL) tadi sudah kelihatan niatnya, termasuk apa yang dilanggar dalam penunjukan langsung (PL) itu. “Makanya, kita yakin, ketika mau bawa seseorang dalam status tersangka yaitu orangnya, diluar korporasi, kita sudah banyak bukti,” ujarnya.

Sebelumnya, 4 -5 April 2018, sejumlah penyidik KPK memeriksa puluhan saksi terkait korupsi pembangunan dermaga BPKS tahun anggaran 2006-2011 dengan jumlah kerugian Rp  230 miliar lebih. Dari pemeriksaan tersebut, KPK menetapkan PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka korupsi korporasi. Dua perusahaan tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan dua bukti permulaan yang cukup, dan didakwa telah merugikan negara Rp 313 miliar lebih.

"Setelah KPK melakukan proses pengumpulan informasi dan data, termasuk permintaan keterangan pada sejumlah pihak dan terpenuhi bukti permulaan yang cukup, maka KPK melakukan penyidikan dengan tersangka PT NK (Nindya Karya) dan PT TS (Tuah Sejati)," kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...