Breaking News

Terkait Permintaan BPKH Kelola Baitul Arsyi

Wakil Ketua DPRA Aceh, Irwan Djohan: Kita Akan Tanyakan Apa Maksud Mereka 

Wakil Ketua DPRA Aceh, Irwan Djohan: Kita Akan Tanyakan Apa Maksud Mereka 
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan, ST mengatakan. Pihaknya akan segera menemui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Tujuannya, mempertanyakan maksud dan keinginan lembaga itu untuk mengelola wakaf milik orang Aceh di Arab Saudi.

Bahkan, Irwan Djohan meminta pemerintah RI terlebih dahulu melakukan komunikasi dan konsultasi dengan rakyat Aceh, sebelum mengambil keputusan.

"Saya baca dari media, kita belum tahu pasti masalah ini, tapi kalau pun betul BPKH temui Wapres RI Jusuf Kalla, saya yakin Pak Wapres tidak akan semberono itu. Dia tahu bagaimana karakter orang Aceh," ujar Irwan Djohan, ditemui usai penyerahan NasDem Award, di Taman Budaya, Setui, Banda Aceh, Sabtu malam, (10/3/18).

Salin itu kata Irwan Djohan, Yusuf Kalla sangat dekat dengan pemimpin Aceh, dan seluruh rakyat Aceh, itu terbukti menjadi pihak yang terlibat langsung dalam perdamaian Aceh 2005 silam. Apalagi katanya, Yusuf Kalla sangat mudah untuk diajak komunikasi, terlebih dengan orang Aceh. "Pasti nanti dia (Yusuf Kalla) akan berkomunikasi dulu dengan rakyat Aceh, sebelum dia buat keputusan. Kita juga akan mempertanyakan itu, apa maksud mereka (BPKH)," ungkapnya yakin.

Nah, menyangkut boleh atau tidaknya dikelola BPKH, DPR Aceh akan melihat dulu, apakah menguntungkan atau malah sebaliknya, yang bisa membuat orang Aceh rugi. Sebab setahunya wakaf tersebut hanya diberikan untuk orang Aceh.

"Kalau sangat menguntungkan orang Aceh kita dukung. Selama ini pengelolaan sangat baik. Cuma gara-gara mau dikelola mereka (Pemerintah RI) kita akan mempertahankan itu, atau  sebaiknya dikelola seperti sekarang saja," ulasnya.

Sebelumnya, tanah wakaf milik orang Aceh ini berasal dari sebuah rumah di depan Ka'bah, dan sudah berkembang menjadi beberapa buah hotel dan apartemen yang mampu menampung lebih 12.000 jamaah, dengan total aset sekitar 300 juta riyal atau mencapai Rp 1 triliun lebih. Selam ini, waqaf dikelola Dewan Nadzir Waqaf Habib Bugak yang ditunjuk langsung Habib Bugak dan diteruskan keturunan Nadzir sebelumnya dari Ulama Aceh di Makkah. Sejak 2007 lalu dan setiap tahunnya, semua rakyat Aceh yang berangkat haji ke tanah suci Makkah al-Mukarramah, mendapatkan dana pembagian hasil dari pengelolaan tanah waqaf tersebut sebesar 1.200 riyal atau sekitar Rp 4 juta lebih per jamaah.

Namun, baru–baru ini Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla. BPKH melaporkan soal rencana investasi di Arab Saudi. Salah satu yang dibahas adalah rencana pengelolaan tanah waqaf Habib Bugak untuk rakyat Kerajaan Aceh Darussalam.

Dikutip dari detik.com, pertemuan berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018). Anggito datang ditemani Alwi Shihab utusan khusus Oresiden untuk Timur Tengah (Timteng) dan OKI.

“Kami laporkan ke Pak Wapres bahwa PP-nya (Peraturan Pemerintah) sudah terbit, Nomor 5 tahun 2018. Kedua, kami sudah menyusun renstra (rencana strategi) dan kami akan melaporkan bahwa kami akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi dengan mengajak Pak Alwi Shihab,” imbuhnya.

Rencana investasi yang paling dekat adalah pengelolaan tanah wakaf Pemda Aceh. Tanah tersebut berlokasi sekitar 400 meter dari Masjidil Haram. “Kami juga akan bertemu dengan beberapa investor di Arab Saudi untuk melakukan administrasi yang paling dekat adalah dengan tanah wakafnya Aceh. Ada wakaf Aceh di Mekah dan itu kami akan membicarakan lebih lanjut. Kemudian ada beberapa kesempatan-kesempatan investasi Arab Saudi yang lain,” tutur Anggito.

Masih kata Anggito.  “Itu dimiliki oleh wakaf Aceh dan sudah ada ikrarnya, ikrar wakafnya sudah ada. Sudah diinvestasikan oleh wakifnya, wakif di Arab Saudi, dan itu sedang proses negosiasi,” jelasnya.

Ditanya akan dibangun apa, Anggito belum menjawab detail. “Macam-macam, bisa kerja sama, bisa investasi,” jawabnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...