Breaking News

Workshop Dewan Pers

Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar: Pers Harus Netral, Jangan Jadi Media Partisan

Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar: Pers Harus Netral, Jangan Jadi Media Partisan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sejumlah insan media cetak dan elektronik di Aceh, mengikuti workshop tentang Peliputan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, yang diadakan Dewan Pers di satu hotel, Kawasan Lambhuk, Kota Banda, Selasa (19/2/2019).

Hadir sebagai pemateri anggota dewan pers, Nezar Patria dan Imam Wahyudi, Anggota Panwaslih Aceh, Zuraidah. Sebelumnya, acara tersebut dibuka Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar.

Dalam arahannya, Ahmad Djauhar meminta insan pers untuk netral dalam memuat berita, terutama berita yang berkenaan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia mengajak insan pers untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pemberitaan.

Dia meminta pers di Aceh jangan gagal fokus (gafok) terkait dengan pemilu. Pers diminta harus netral dan jangan jadi media partisan, serta terjebak dengan kepentingan-kepentingan Caleg dan Timses semata. Media massa wajib memberikan kesempatan yang sama pada peserta pemilu terkait iklan dan publikasi lainnya, sesuai dengan aturan yang diberlakukan KPU.

"Bagaimana pers mendorong partisipasi pemilih. Pers tidak hanya meliput pencalonan Presiden dan Wakil Presiden. Tapi, harus memberikan pemahaman bagaimana dengan para Caleg yang merupakan eks koruptor, sehingga pemilih punya pemahaman dengan Caleg DPRK, DPRD, DPR RI, dan DPD," ungkapnya.

Menurutnya, Pemilu sekarang ini cukup rumit karena dilaksanakan untuk memilih anggota legislatif berbarengan dengan memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden. Dia memprediksi memerlukan waktu hingga setengah jam dalam mencoblos.

"Melalui Undang-Undang, dewan pers menjamin kemerdekaan dan kebebasan pers. Hak memberitakan adalah hak konstitusional pers. Bahkan, orang yang terbukti menghalang-halangi kerja jurnalis bisa dipidana. Namun itu tadi, dalam membuat berita pers juga harus menjunjung etik jurnalistik berdasarkan fakta, peristiwa dan data. Kalau, menyalahi pers juga dipidana," ungkapnya.***

Komentar

Loading...