Breaking News

Menyebut DPP KNPI Fahd A Rafiq Abal-Abal

Wahyu Saputra Dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri

Wahyu Saputra Dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri
dok.MODUSACEH.CO
Rubrik

Jakarta | Mengaku telah mendapat pencemaran nama baik melalui media elektronik. Pengurus DPP KNPI versi Fahd Arafiq, Muhammad Rafik, melaporkan Ketua DPD KNPI Aceh, Wahyu Saputra ke Bareskrim Mabes Polri, Senin, 1 Oktober 2018.

Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan, Nomor: STTL/997/X/2018/Bareskrim. Disebutkan, pelapor (Muhammad Rafik) telah melaporkan terlapor (Wahyu Saputra), telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik, sesuai UU Nomor: 19/2016, tentang perubahaan atas UU Nomor: 11 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik, UU Nomor: 1  Tahun 1946, tentang KUHP, Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3), 310 dan 331.

Wahyu Saputra adalah Ketua DPD KNPI Aceh dibawah kepemimpinan Muhammad Rivai Darus, sementara Zikrullah Ibna selaku Ketua KNPI Aceh versi Fahd Arafiq.

Berawal dari komunikasi melalui grup WhatApps. Di sana Wahyu menulis diantaranya; masalahnya dimana bro rafik?, kronologi yang ngajuin anggaran itu kami, wajar kalau kami yang gunakan...Lalu, dibawanya terpasang #SemakinGagalPaham.

20181003-zikri-dan-kawan-kawan

Zikri dan kawan-kawan (Foto: Ist)

Lantas, dibalas; Pemprov aceh jelas dulu janji mereka akan melaksanakan kongres bersama. Dijawab Wahyu: Pemda Aceh sudah melakukan verifikasi organisasi abal-abal milik temen-temen bro Rafik, hasil verifikasi ternyata domisili kantor di alam kayangan, belum pernah bekerjasama dengan Pemda, dan tanyakan kepara mantan ketua KNPI sebelumnya, jawaban mereka nggak kenal. Terus apanya yang bermasalah...!?

Nah, mereka telah dicemarkan nama baiknya, mereka pun melaporkan masalah ini ke polisi. Dikonfirmasi media ini, Rabu siang (3/10/2018), Wahyu Saputra mengaku sudah mengetahui hal itu. Menurutnya, kata abal-abal berarti; kurang bermutu. “Abal-abal kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artinya kurang bermutu, menjiplak logo KNPI. Artinya kurang kreatif,” sebut Wahyu.

Dia pun mengaku tidak mau menanggapinya, karena bukan persoalan besar. Tapi, dibagian akhir, Wahyu menantang:  kita buktikan saja nanti di penyidikan Bareskrim. Tujuan melaporkan ini kan hanya ingin menggangu jalannya persiapan kongres. Saya santai aja, sedikitpun tak takut dan gentar,” tegas Wahyu.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...