Breaking News

Vonis Bebas Terdakwa Kasus Sabu, Hakim PN Aceh Timur Dilaporkan ke BP Mahkamah Agung

Vonis Bebas Terdakwa Kasus Sabu, Hakim PN Aceh Timur Dilaporkan ke BP Mahkamah Agung

Aceh Timur | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Aceh Timur ke Badan Pengawas (BP) Mahkamah Agung Republik Indonesia. 

Laporan yang disampaikan YARA itu terkait vonis bebas yang diputuskan majelis hakim kepada 12 terdakwa kasus dugaan penggelapan narkoba jenis sabu seberat 4 kilo gram.

Majelis Hakim PN Aceh Timur yang diketuai oleh Irwandi, SH, serta Khalid, SH dan Andi Efendy, SH masing-masing sebagai anggota, telah memvonis bebas 12 terdakwa, terdiri 9 oknum polisi dan 3 orang lainnya masyarakat sipil, dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Aceh Timur, Kamis (25/7/2019) lalu.

Ketua YARA Safaruddin mengatakan, vonis bebas terhadap terdakwa oleh majelis hakim, yang melibatkan oknum polisi, dari Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur, sangat melukai perasaan dan rasa keadilan masyarakat, khususnya korban narkoba.

Vonis ini dinilai sebagai bentuk tidak adanya dukungan dari para hakim terhadap program pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba.

"Laporan ini merupakan bentuk kekecewaan dan rasa luka terhadap keadilan masyarakat yang di sampaikan kepada kami. Dan kami meneruskan ini dengan melaporkan ke Badan Pengawas Mahkamah Agung, sebagai lembaga yang berwenang untuk mengambil tindakan atas prilaku hakim di lingkungan Mahkamah Agung," sebut Safararuddin melalui siaran persnya yang turut disampaikan kepada MODUSACEH.CO, Selasa (20/8/2019).

Ia menambahkan, vonis bebas terhadap terdakwa ini dapat menimbulkan ketidak-percayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Putusan ini menjadi sorotan luas di Aceh, namun karena vonis sudah dijatuhkan, maka upaya yang dilakukan untuk menunjukkan keberatan ini menjadi kewenangan jaksa mengajukan kasasi.

"YARA hanya melaporkan agar di lakukan pemeriksaan terhadap proses pengambilan putusan dalam kasus ini oleh Mahkamah Agung, agar tidak menimbulkan keresahan kepercayaan masyarakat khususnya di Aceh Timur," terang Safar.

Saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Sekretaris YARA Pusat, Fakhrurrazi membenarkan hal itu. Menurutnya laporan ini telah resmi disampaikan, Senin (19/8/2019), yang turut dihadiri dirinya, Yudhistira, Maulana, Hamdani serta Safaruddin.

"Laporan itu telah diterima Badan Pengawas Mahkamah Agung melalui stafnya bernama Sanda," ujar Fakhrurrazi.

Sebelumnya diberitakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Aceh Timur, memvonis bebas 12 terdakwa dalam kasus dugaan penggelapan barang bukti narkoba jenis sabu, Kamis (25/7/2019). Dari sejumlah terdakwa terdapat 9 oknum polisi dan 3 lainnya dari kalangan sipil.

Majelis Hakim Irwandi (ketua), didampinggi Khalid dan Andy Efendi (anggota) dalam amar putusan yang menyatakan, terdakwa tidak terbukti melakukan penggelapan narkoba dan menolak semua tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Arif Fadillah, salah seorang penasihat hukum terdakwa oknum Polres Aceh Timur mengatakan, mereka dibebaskan semua oleh hakim karena apa yang didakwakan JPU tidak terbukti di persidangan.

"Dengan demikian hakim harus membebaskan, dan keputusannya sudah benar, sesuai yang terungkap di persidangan," sebut Arif Fadillah saat diwawancarai MODUSACEH.CO, usai sidang beberapa waktu lalu di Pengadilam Negeri Aceh Timur.

Sementara itu saat dihubungi terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas, SH, MH mengatakan. Pihaknya telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan vonis bebas terhadap ke 12 terdakwa di Pengadilan Negeri Aceh Timur beberapa waktu lalu.

"Sudah kasasi tanggal 6 Agustus lalu, Jaksa Penuntut Umum menyatakan kasasi, dan tanggal (19/8/2019), JPU menyerahkan memory kasasi untuk perkara narkotika tersebut. Jadi, kita nyatakan kasasi dan menyerahkan kasasi masih dalam tenggang waktu yang ditentukan menurut undang-undang," sebut Kajari Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas, saat dihubungi MODUSACEH.CO, Selasa (20/8/2019), sore.***

Komentar

Loading...