Breaking News

Usut Dana Desa Suak Raya, Polisi Periksa Unsur Pimpinan BUMG

Usut Dana Desa Suak Raya, Polisi Periksa Unsur Pimpinan BUMG
Penyidik Polres Aceh Barat memanggil pimpinan dan staf BUMG Suak Raya (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Barat memeriksa Direktur, Sekretaris dan Bendahara Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, terkait dugaan penggelapan dana desa ini.

Nah, langkah itu merupakan tindak lanjut dari aksi penyegelan kantor desa yang dilakukan warga malam kemarin atau, Kamis (23/5/2019).

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Aceh Barat, Ipda Banta mengatakan. Dugaan dana yang diselewengkan Rp 115 juta dari total dana yang dialokasikan ke BUMG ini sebesar Rp 225 juta untuk Tahun Anggaran 2018.

Uang tersebut dipakai Jufri, Direktur BUMG yang juga Sekretaris Desa (Sekdes), untuk keperluan pribadi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal uang desa yang dialokasikan untuk BUMG Desa Suak Raya Rp 225 juta. Direkturnya memakai uang tersebut untuk kepentingan pribadi atau membayar utang Rp 115 juta, sisanya dikembalikan ke kas desa,” ujar Kanit, Jumat (24/5/2019).

Sebelumnya, tidak transparannya aparat desa dalam mengelola dana itu telah memicu kekesalan masyarakat hingga menyegel kantor desa.

Banta mengatakan. Saat ini pihaknya telah menyita bukti-bukti seperti Rekening Koran BUMG, Prin Out Transaksi, Kwitansi penarikan. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa dan laporan pertanggung jawaban dana desa dalam 2 tahun terakhir.

Jufri yang memakai uang tersebut, lanjut Kanit, bersedia mengembalikannya dalam batas waktu yang ditentukan. Namun, proses penegakan hukum tetap dilanjutkan.

“Kalau kepala desa nanti akan kita panggil juga, kemudian anggaran desa tahun 2017 dan 2018 akan kita lakukan pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan dana, kalau tahun 2016 sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak inspektorat,” kata Banta.

Disisi lain, segel Kantor Desa Suak Raya telah dibuka warga, rupanya penyegelan hanya berlangsung beberapa jam saja, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi,  warga yang sudah diredamkan amarahnya melalui mediasi yang dihadiri Kapolsek Johan Pahlawan, Danramil Johan Pahlawan dan Camat.

Informasi yang dihimpun MODUSACEH.CO, sebelum Jufri menjabat sebagai Direktur BUMG Desa Suak Raya, lebih dulu jabatan itu diemban orang lain. Namun mengundurkan diri. Sebab kekhawatiran dana yang telah dialokasikan tidak digunakan.

Lalu, Jufri mengambil inisiatif untuk menjalankan rancangan program yang telah disusun, yakni pemberian modal usaha kepada masyarakat.

Saat verifikasi terhadap penerima manfaat sedang berlangsung, pihaknya mendapat protes dari beberapa orang di desanya, sehingga terpaksa penyaluran modal usaha ditunda.

Selama proses verifikasi, Jufri dan tim telah memakai uang BUMG untuk biaya oprasional dan kebutuhan lainnya yang masuk dalam Rp 115 juta, sehingga direktur juga harus menganti rugi dana yang telah dipakai.

Akibat protes dan keterhambatan tersebut, kini membuat Jufri harus berurusan dengan aparat Kepolisan.***

Komentar

Loading...