Breaking News

Wakil Dekan I FISIP Unsyiah Dr. Effendi Hasan, MA

Usia dan Kesehatan Pengaruhi Pilihan Rakyat

Usia dan Kesehatan Pengaruhi Pilihan Rakyat
Wakil Dekan I FISIP Unsyiah Dr. Effendi Hasan, MA. Foto Dok MODUS ACEH
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Dr. Effendi Hasan, MA mengaku.  Usia dr. H. Zaini Abdullah sudah 76 tahun memberi pengaruh dalam merebut suara pada Pilkada tahun 2017.

Menurut Dr. Effendi Hasan, MA seharusnya Abu Doto istirahat. Konon lagi, lanjut Effendi Hasan, pasca uji tes kesehatan dan uji mampu baca Al-Qur’an, dr. Zaini Abdullah, sakit.

Bahkan, kata Effendi Hasan jika betul-betul Abu Doto dites kesehatan, semestinya tidak lulus.

“Usia Abu Doto juga sangat berpengaruh, apalagi selama ini kita lihat, ketika tes kesehatan tetapi setelah tesnya malah sakit, jadi kalau betul-betul dites itu seharusnya tidak lulus. Kemudian Abu Doto sudah sangat tua, banyak hal yang beliau lupa, jadi ini kelemahan dan masyarakat akan melihat dari segi usia dan kesehatan sudah menurun. Jadi tidak cocok lagi, harusnya istirahat,” kata Wakil Dekan I FISIP Unsyiah, Dr. Effendi Hasan, MA, Banda Aceh, Rabu sore (05/10/2016).

Tak hanya itu, Effendi Hasan menjelaskan, pengaruh keluarga di Pendopo Gubernur Aceh, juga menyumbang sulitnya pasangan dr. Zaini Abdullah-Nasaruddin untuk menang Pilkada 2017 mendatang.

“Selama ini Abu Doto dikelilingi oleh keloga-koleganya dan orang lain susah masuk, ini kelemahan. Misalnya, ketika ada yang minta audiensi, itu tidak cepat, tetapi harus menunggu beberapa hari. Seharusnya tidak dikelilingi oleh orang-orang yang membatasi dia untuk bertemu dengan orang lain,” kata Effendi Hasan.

Sedangkan beraharap pada pencitraan dekat ulama, menurut Effendi Hasan tidak begitu berpengaruh. Bahkan, ulama juga akan melihat Abu Doto layak atau tidak menjadi Gubernur Aceh untuk kedua kalinya. “Ulama-ulama yang didekati tidak berpengaruh besar, dalam konteks ini ulama juga bisa melihat apakah Abu Doto masih layak atau tidak, bisa jadi pilihan politiknya ke Mualem, Tarmizi Karim atau Irwandi Yusuf,” ujarnya.

Lalu, berharap suara dari Pidie, kata Effendi Hasan juga tak bisa diharap banyak karena ada beberapa tokoh yang maju. Terutama Zakaria Saman dan Abu Doto sendiri, kemudian TA. Khalid juga asal muasalnya dari Pidie. “Saya pikir daerah Pidie juga terpecah apalagi ada Zakaria Saman di sana, dan Mualem juga punya pengaruh disana,” kata Effendi Hasan.

Kini, yang bisa diharapkan untuk mendongkrak suara Abu Doto sebagai incumbent. Menurut Effendi Hasan, Abu Doto hanya bisa memanfaatkan birokrat sebagai potensi untuk memenangkan Pilkada, tapi itu tidak bisa signifikan. Karena ada juga birokrat yang berpihak pada pasangan lain.

“Potensinya, masih punya pengaruh, dia penguasa pengguna anggaran, dia bisa melakukan kegiatan apa saja yang mengatasnamakan sosial, karena incumbent dia bisa saja mempengaruhi mesin-masing birokrat untuk mendukung dia,” kata Effendi Hasan.***

Komentar

Loading...