Breaking News

Unjuk Rasa Aceh Bela UAS

Unjuk Rasa Aceh Bela UAS
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ratusan demonstran dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Aceh, yang tergabung dalam Gerakan Ummat Bela Ulama, melakukan unjuk rasa di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat, 23 Agustus 2019.

Unjuk rasa ini ditujukan untuk membela Ustad Abdul Somad, terkait  laporkan polisi terkait, mengenai ceramahnya yang dianggap menistakan agama.

Koordinator Lapangan Aksi Bela Ulama, Sumardi mengatakan. Jika berbicara mengenai ulama dan Islam, maka Aceh sebagai daerah utama yang akan mendukung dan membela para ulama.

"Bagi rakyst Aceh, ulama adalah segalanya. Ulama sangat dihormati karena dianggap berjasa dalam penyebaran Islam dan ilmu syariat. Titah ulama adalah amanah dari Allah SWT. Karenanya, begitu mendengar kabar ulama kebanggaan mereka dipersekusi sekelompok organisasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian, timbulah reaksi di kalangan sebagian ormas Islam di Aceh untuk membela UAS," ungkapnya.

Menurut dia, saat ini merupakan hari terbaik untuk memperjuangkan ulama yang mau diinjak-injak dan dipenjarakan.

"Sudah 74 tahun lalu bangsa Indonesia merdeka, disebabkan adanya campur tangan ulama dalam menghadapi penjajah. Namun sekarang diinjak-injak. Untuk itu, masyarakat Aceh harus bersatu membela para ulama," ajak dia.

Katanya, saat ini ulama telah dizalimi. Termasuk Ustad Abdul Somad yang dituduh melakukan penistaan atau pelecehan terhadap agama lain.

"Apa yang menjadikan kriminalisasi bukan menjadi hal baru, banyak ulama kita didiskrimanilasi," jelasnya.

Selain itu, video Ustad Abdul Somad yang tersebar di media massa dan sosmed sudah lama berlalu. "Namun sepertinya ada oknum yang mencari kesalahan para ulama dan penceramah ini," kata korlap aksi itu.

Sebab itu, Aceh sebagai pembela utama untuk membela para ulama di Indonesia ini.

Ustad Abdul Somad yang sering disingkat UAS, sebelumnya dilaporkan ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, Sabtu (17/8).

Pelapor menilai UAS menistakan lambang agama berupa salib dan patung Yesus. Tuduhan mereka itu didasarkan pada video ceramah UAS yang berlangsung tiga tahun lalu di Masjid an-Nur Pekanbaru, Riau.***

Komentar

Loading...