Terkait Pengadaan Tanah SMPN 2 Pandrah

Unit Tipikor Reskrim Bireuen Geledah Gedung DPRK

Unit Tipikor Reskrim Bireuen Geledah Gedung DPRK
Penulis
Rubrik

Bireuen | Ternyata, penggeledahan yang dilakukan di beberapa ruangan Gedung DPRK Bireuen oleh Unit Tipikor Reskrim Polres Bireuen untuk menelusuri dan mencari alat bukti terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan tanah SMP Negeri 2 Pandrah.

Itu dikatakan Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Riski Adrian SIK kepada sejumlah awak media Kamis, 24 Agustus 2017. “Ada beberapa titik yang kami anggap menjadi bahan untuk kasus pengadaan tanah SPM 2 Pandrah, yang sedang kami lakukan penyidikan. Dan kami juga sedang melakukan pemenuhan alat-alat bukti tambahan, yang sebelumnya dua tersangka dinyatakan cukup bukti atas nama panitia dan kasie pengukurannya,” jelas Riski.

Untuk tersangka tambahan, Unit Tipikor Reskrim Polres Bireuen masih mencari bukti-bukti permulaan yang cukup. “Makanya, kita melakukan penggeledahan hari ini,” sebutnya.

Riski mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka yang sudah ditetapkan P-21, yakni J dan Jy. Mereka itu adalah panitia dan kepala seksi pengukuran tanah.

Saat ditanya apakah ada pihak DPRK yang ikut terlibat dalam kasus itu, Riski belum bisa memastikannya, ”Itulah, untuk kaitannya, belum bisa kita sampaikan ke publik. Namun, ini masih dalam pendalaman yang pastinya kita lakukan penggeledahan. Tentu punya keterkaitan dengan kasus tersebut,” jelasnya.

Sementara, semua dokumen yang berkaitan dengan kasus itu akan disita. ”Untuk dokumen, belum bisa kita pastikan. Dokumen yang dicari itu sudah kita dapat dan semua dokumen itu kita sita. Pastinya dokumen itu kita lakukan pendalaman lagi,” tegasnya.

Adapun ruangan yang digeledah adalah ruang sekretaris dewan, ruang risalah dan hukum. Sampai berita ini ditayangkan, Unit Tipikor Reskrim Polres Bireuen yang menurunkan lima orang personil masih melakukan penggeledahan.

Sekedar diketahui, kasus pengadaan pembebasan tanah untuk pembangunan gedung SMPN 2 Pandrah, di Desa Bantayan, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, tahun 2013-2014 diduga sarat masalah. Sehingga, berpotensi merugikan keuangan daerah Rp 941 juta lebih. Pembayaran lahan yang sama sudah dilakukan berulangkali.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...