Unicorn Itu "Binatang" Apa? Silakan Anda Tertawa!

Unicorn Itu "Binatang" Apa? Silakan Anda Tertawa!
Foto: yourstory.com

DARI dua debat Calon Presiden (Capres RI) 2019 yang sudah berlalu. Baru tadi malam (Minggu, 17/2/2019), otak saya berputar dan rasa ingin tahu itu muncul seketika. Terutama soal  unicorn. Sejujurnya, “binatang” apa ini? Walau telah menekuni profesi jurnalis 25 tahunan,  saya pun tak begitu peduli dengan semua itu. Yang saya tahu sangat sederhana, usaha dan perusahaan online.

Itu sebabnya, meski sesekali melakukan belanja online, tapi saya tak paham kemajuan informasi dan teknologi (IT), apalagi cara kerja olshop itu seperti apa?

Nah, debat Calon Presiden (Capres 2019) tadi malam, memunculkan rasa ingin tahu itu semakin dalam. Apalagi, beberapa pendukung Capres 01 (Joko Widodo) tertawa, saat mendengar penjelasan atau jawaban dari Capres 02 (Prabowo Subianto). "Silakan Anda tertawa tapi ini masalah bangsa!" tegas Prabowo Subianto.

Tapi saya tidak ikut tertawa dan hanya tersenyum saja, karena memang saya tak paham. Sebaliknya, saya senyum melihat di televisi pendukung Capres 01 tertawa.

Namun, pikiran saya kembali terusik ketika Prabowo mengatakan, unicorn akan menjadi peluang keluarnya uang Indonesia ke luar negeri (intinya seperti itulah ). Lalu pendukung 01 tertawa, mendengar penjelasan mantan Danjen Kopassus dan Pangkonstrad ini.

Ya, silakan Anda atau kita semua tertawa. Tapi, tahukah kita Lazada itu milik siapa? Toko Pedia milik siapa? Dan OLX milik siapa? Diam-diam saya berselancar di dunia maya dan meminta bantuan pada Paman Google untuk menjelaskan semua itu.

Ternyata, investasi saham besar untuk dunia osComerce di Indonesia mayoritas dimiliki asing, terutama Koko Jack Ma (pendiri alibaba).

Tak hanya itu, berbagai jenis layanan aplikasi berbayar juga hampir semua milik asing. Walau pun hosting web banyak dimiliki dan diproduksi dalam negeri seperti; IDWEBHOST, RUMAHWEB dan lainnya. Tapi mereka juga membeli ruang cloud dari luar negeri yaitu, Singapura dan Amerika Serikat.

Belum lagi jika sudah dicodingkan dengan CMS dan menjadi sebuah olshop berbasis web, didukung dengan aplikasi mobile. Tentu, tiba-tiba saja perusahaan olshop tersebut dilirik investor luar negeri dengan laba yang pasti jatuh ke tangan mereka juga.

Yang saya pahami, coding bisa dibilang sebagai istilah simple dari computer programming. Ini merupakan kegiatan dimana kita memberitahu computer, tentang apa yang harus mereka lakukan untuk kita.

Sebuah kode bisa dianggap sebagai sebuah kalimat dalam bahasa sehari-hari. Setiap kode itu akan membantu komputer mengetahui dan mengerti apa yang ingin kita lakukan di komputer. Komputer akan menerima instruksi ini dan mereka akan mengikuti apa yang tertulis. Jadi, sebuah kumpulan instruksi kode bisa membuat sebuah program.

Kita memang harus hati-hati dalam menulis kode untuk coding. Sebab, komputer adalah mesin, mereka hanya menerima saja kode yang kita masukkan. Jadi, kita harus benar-benar memperhatikan detailnya. Jangan sampai kita memasukkan kode yang salah saat menulis kode. Kalau sampai ada kesalahan, kita harus melakukan banyak debugging di kemudian hari.

Apa itu debugging? Sebuah metode yang dilakukan oleh para pemrogram dan pengembang perangkat lunak untuk mencari dan mengurangi bug, atau kerusakan di dalam sebuah program komputer atau perangkat keras sehingga perangkat tersebut bekerja sesuai dengan harapan.

Selain itu, debugging cenderung lebih rumit ketika beberapa subsistem lainnya terikat ketat dengannya, mengingat sebuah perubahan di satu sisi, mungkin dapat menyebabkan munculnya bug lain dalam subsistem lainnya.

Jika bug dengan terjemahan langsung ke bahasa Indonesia adalah serangga atau kutu. Bug merupakan suatu kesalahan desain pada suatu perangkat keras komputer atau perangkat lunak komputer, yang menyebabkan peralatan atau program itu tidak berfungsi semestinya.

Lazimnya, bug lebih umum dalam dunia perangkat lunak dibandingkan dengan perangkat keras.

Jadi, silakan Anda tertawa!

Tapi tahu dan ingatkah Anda bahwa beberapa waktu di Bali, ada wisatawan China yang belanja dengan weChat Pay. Nah, untungnya justeru ke luar negeri (dengan broker perusahaan pariwisata China yang curang

Lantas, Lazada yang saham terbesarnya juga dimiliki alibaba, punya Koko Jack Ma. Belum yang lain.

Jadi, perkataan Prabowo soal pengembangan startup unicorn untuk bisnis online harus diawasi dan waspada ada benarnya. Sebab, kalau salah mengelola atau tiba-tiba ada akuisisi investor asing di Indonesia, tentu sangat tidak menguntungkan bagi orang Indonesia sendiri. Ini cukup mendasar menurut saya.

Lantas, apa yang pantas dibanggakan dari penjelasan Capres 01? Ups, Anda tidak boleh tertawa!

Komentar

Loading...