Breaking News

BNN Gelar Barang Bukti Sindikat Narkoba

Ungkap Rp 39,6 Miliar Hasil Praktik Kasus TPPU

Ungkap Rp 39,6 Miliar Hasil Praktik Kasus TPPU
Fahrizal Salim/ Jakarta
Penulis
Sumber
Laporan Fahrizal Salim/Jakarta

 

Jakarta | Terkait bisnis gelap narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap dua kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan total aset senilai  Rp 39.6 miliar dan dan mengamankan empat orang tersangka yaitu, LLT, A, CJ dan CSN alias Calvin.

Kepala BNN Budi Waseso, kepada wartawan dalam gelar barang bukti di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (13/6/2017) mengatakan. Pengungkapan itu berawal dari tersangka LLT nang merupakan jaringan Haryanto Chandra alias Gombak,  napi penghuni 14 tahun penjara Lapas Cipinang. Lalu, BNN menangkap tersangka A alias Xuxuuyati di Surabaya bulan lalu."Tersangka A merupakan pengelola keuangan milik tersangka Haryanto Chandra selama di Lapas,"sebut Budi.

Nah, 31 Mei lalu, tim penyidik TPPU melakukan pengeledahan di ruang sel Lapas Cipinang yang dihuni Gombak. Petugas berhasil menemukan BB diantaranya, laptop, ipad, token, dan 4 unit HP. "Jaringan ini bekerja dalam Lapas dan bisa mengunakan sabu secara bebas, dengan fasilitas mewah dan ada CCTV di kamar Gombak," jelas Budi.

Selain itu menurut Budi, dari hasil pengeledahan tersebut BNN turut menyita uang dari rekening tersangka A dan LLT, satu unit rumah di Jawa timur, dan satu unit mobil minibus.

Selain itu pada pengungkapan kasus TPPU  kedua, jaringan Chandra Halim alias Akiong terpidana mati kasus sabu dalam tiang pancang, petugas menangkap CJ pengusaha money changer yang diketahui sebagai tempat penukaran dan pengiriman hasil perdagangan gelap narkotika. "Setelah menangkap CJ, petugas menangkap CSN alias Calvin (WN Inggris) di Lokasari Blok A, Jakarta Utara 22 Mei lalu, berperan sebagai pengelola keuangan," kata Budi Waseso.

Dari pengungkapan kedua kasus itu, BNN berhasil menyita beberap aset yakni, dua rumah di Jakarta, 3 unit apartemen, dua unit ruko, dua unit mobil dan buku rekening serta uang tunai. "Dari kedua pengungkapan kasus itu aset yang berhasil disita total tiga puluh sembilan miliar enam ratus enam juta rupiah,” ungkap Budi Waseso.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...