Upaya Istirahat dari Politik

Turnamen Volly Balldi Aceh Barat

Turnamen Volly Balldi Aceh Barat
Turnamen Voli Ball (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Seribuan warga dari berbagai gampong berkumpul dan memadati lapangan berukuran 30x25 meter di Gampong Suak Pangkat, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat. Meski berdesakan, hujan dan sudah larut malam, antusias masyarakat, baik pria maupun wanita tetap sabar menunggu hingga acara selesai.

Tapi jangan salah, bukan untuk mendengar orasi dan kampanye partai politik atau calon legislatif. Mereka justeru datang, menyaksikan Final Volly Ball yang diadakan Ikatan Pemuda Suak Pangkat (Ipaspa). Turnamen ini  dalam rangka Hari Ulang Tahun Ipaspa ke-16, diikuti 32 tim dari barat selatan Aceh, dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Hadiah utama Rp 25 juta.

Pertandingan terakhir merebut juara satu antara Tim IKPM Cot Keumuneng versus Tim GR Reusak, Sabtu (23/3/2019) malam. Keduanya asal Kabupaten Aceh Barat dan sempat tertunda karena diguyur hujan dan baru dilanjutkan kembali pukul 23.00 WIB hingga berakhir pada pukul 01.00 WIB dini hari, Minggu (24/3/2019).

Kalangan anak anak juga ikut memeriahkan laju pertandingan dengan bersorak sorak, sembari memainkan botol minuman bekas untuk menghasilkan suara penganti drum musik layaknya dipertandingan tingkat nasional.  Kegiatan ini bertujuan sebagai rehat politik, sehingga berhenti sejak dari hiruk pikuk Pileg dan Pilpres, 17 April 2019 mendatang.

Selama tiga ronde berlangsung, IKPM Cot Keumuneng menjadi juara usai berhasil membantai GR Reusak dengan selisih poin dironde ketiga mencapai 15 angka. Hasilnya, mereka membawa pulang trophy tersebut. Tim inidibantu 4 orang pemain dari luar daerah atau salah satu club Volly Ball di Jakarta.

Sudirman, panitia pelaksana mengatakan, open semi turnamen Volly Ball ini diharapkan dapat menjadi perangsang bagi para atlet gampong untuk bisa bertanding dan bersaing dengan pemain yang ada diberbagai daerah lainnya, sehingga bakat yang dimiliki putra daerah dapat tersalurkan dengan baik.

"Pertandingan ini bukan hanya sebagai seremonial, selama berjalannya pertandingan dapat mengamati beberapa pemain lokal asal Aceh Barat yang berbakat dan mempunyai kemampuan untuk bisa bersaing dengan atlet senior lain, sehingga orang-orang seperti itu dapat direkomendasikan untuk dilatih lebih giat, guna membawa harum nama daerah di bidang olahraga," ujarnya.***

Komentar

Loading...