Turki Ungkap Saksi Kunci Pembunuh Jamal Khashoggi

Turki Ungkap Saksi Kunci Pembunuh Jamal Khashoggi
Ilustrasi tim forensik Turki saat mencari jejak jurnalis Jamal Khashoggi. (REUTERS)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnnindonesia.com

Jakarta | Otoritas Turki dikabarkan berhasil mengidentifikasi tokoh kunci lain dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Kolumnis Surat Kabar Hurriyet, Abdulkadir Selvi mengatakan tokoh kunci itu diketahui bernama Ahmed Abdullah al-Muzaini. Dia disebut berperan sebagai penghubung dalam pembunuhan tersebut.

Muzaini konon adalah agen intelijen yang ditempatkan di konsulat Saudi. Dalam artikelnya, Selvi menggambarkan Ahmed sebagai penghubung dalam seluruh komunikasi yang terkait dengan pembunuhan Khashoggi.

"Sejak momen pertama Khashoggi memasuki gedung konsulat Saudi untuk pertama kalinya, operasi (pembunuhan) diatur oleh Muzaini. Dia terbang ke Riyadh pada 29 September dan bertemu Wakil Kepala Intelijen Saudi Ahmed al-Asiri, yang membentuk tim pembunuh Khashogi," papar Selvi dalam kolomnya seperti dikutip Hurriyet Daily pada Kamis (6/12).

Selvi mengatakan setelah merampungkan rencana pembunuhan Khashoggi bersama Asiri di Riyadh, Muzaini kembali ke Istanbul pada 1 Oktober lalu.

"Muzani lalu keluar Turki pada 2 Oktober sekitar pukul 09.35 waktu lokal, beberapa jam setelah pembunuhan berlangsung".

Pembunuhan Khashoggi masih menjadi teka-teki besar bagi Turki, di mana kepolisian masih belum mengetahui keberadaan jasad Khashoggi yang disebut telah dimutilasi dan dihancurkan oleh cairan asam.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya.

Meski begitu, Saudi tetap berkeras tidak terlibat dalam kasus ini. Riyadh mengklaim operasi itu dilakukan sejumlah pejabat intelijen di luar kewenangan mereka. Negara kerajaan itu sejauh ini telah menahan 21 tersangka.

Meski demikian, berdasarkan laporan yang bocor di media, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) memerintahkan langsung pembunuhan kolumnis The Washington Post itu. 

CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan saudara Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, Khalid bin Salman.

Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi bahwa wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul guna mengambil dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahannya. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.

Kepala Jaksa Istanbul juga telah mengajukan surat penangkapan bagi Asiri dan Saud al-Qahtani, salah satu tangan kanan MbS pada 5 Desember lalu.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...